Tragedi Trisakti, Aktivis 98: Jangan Kembali ke Masa Lalu

Tragedi Trisakti, Aktivis 98: Jangan Kembali ke Masa Lalu
Adian Napitupulu ( Foto: Istimewa )
Yeremia Sukoyo / YUD Minggu, 12 Mei 2019 | 19:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aktivis 98 sekaligus politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu berharap agar kejadian tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 tidak kembali terulang. Seperti diketahui, tragedi Trisakti merupakan salah satu peristiwa awal dari rentetan kerusuhan Mei 1998 yang akhirnya menimbulkan ribuan korban jiwa meninggal dunia.

Dalam tragedi Trisakti, empat mahasiswa Trisakti tewas. Masing-masing Elang Mulia, Hendriawan Sie, Hafidhin Royan, dan Hery Hartanto. Keempatnya pun menerima Bintang Jasa Pratama dan dikenal sebagai Pejuang Reformasi.

Karena itu, untuk alasan apapun juga, bangsa Indonesia tidak boleh kembali ke masa lalu. Yakni zaman di mana masyarakat dikekang dan terbelenggu oleh kekuasaan otoriter selama masa Orde Baru sehingga memancing pergerakan elemen mahasiswa dari seluruh Indonesia.

"Untuk alasan apapun Indonesia tidak boleh ke masa lalu. Indonesia untuk alasan apapun tidak boleh balik ke zaman dimana nyawa tidak ada harganya, zaman dimana orang tidak bisa bicara, zaman kebebasan dibelenggu sedemikian rupa," kata Adian, dalam peringatan 21 Tahun Tragedi Trisakti, di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Menurutnya, saat ini ada banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat di dalam menjalani sistem demokrasi pasca reformasi. Indonesia sedikit demi sedikit menunjukkan keseriusannya untuk menerapkan prinsip negara demokrasi.

"Itu membuktikan meninggalnya mereka tidak sia-sia, ketika buruh berserikat, orang boleh berkumpul mengeluarkan pendapat dengan sebebas-bebasnya itu sekali lagi menunjukan meninggalnya mereka tidak sia-sia. Ketika lahir ada KPU, ada KPK dan sebagiannya sekali lagi meninggalnya mereka tidak sia-sia," ujarnya.

Termasuk, ketika bangsa Indonesia dapat merasakan Pemilu secara langsung, merupakan buah dari para pejuang reformasi. Karena itu, dalam momen Pemilu yang baru saja digelar sekaligus untuk memastikan bahwa Indonesia tidak kembali dipimpin oleh orang-orang yang berjiwa Orde Baru.

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Presiden RI ke-2 Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta serta puluhan lainnya terluka.



Sumber: Suara Pembaruan