Pengamat: Jangan Rangkul Kubu Prabowo-Sandi

Pengamat: Jangan Rangkul Kubu Prabowo-Sandi
Para sekjen parpol yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan di kantor KPU, Jakarta, Kamis 25 April 2019 ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Robertus Wardi / AMA Rabu, 15 Mei 2019 | 12:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Erick Kurniawan menilai, koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin tidak perlu lagi merangkul partai pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Pasalnya, koalisi Jokowi-Amin sudah menguasai mayoritas di DPR.

Dengan menguasai suara mayoritas, kata Erick Kurniawan di Jakarta, Rabu (15/5/2019), berbagai kebijakan pemerintah yang melibatkan DPR dalam waktu lima tahun ke depan bisa lebih mudah. Apalagi jika opisisi tidak solid.

"Oposisi kuat akan ditentukan oleh seberapa solid partai-partai pendukung Prabowo-Sandi dalam mengambil sikap dan posisi terhadap setiap kebijakan pemerintahan Jokowi lima tahun mendatang. Jika ternyata ada yang mendukung kebijakan pemerintah padahal sebagai opisisi, ini akan mempengaruhi daya kekuatan oposisi," tutur Erick Kurniawan.

Baca Juga: Koalisi Jokowi Diminta Segera Konsolidasikan "Penguasaan" DPR dan MPR

Sementara terkait pimpinan dan alat kelengkapan DPR, Erick Kurniawan berpendapat, secara normatif fungsi pimpinan DPR tidak signifikan dalam "mengawal" kebijakan pemerintah. Alasannya, pimpinan DPR hanya merupakan juru bicara lembaga DPR. Pimpinan harus merepresentasikan seluruh anggota DPR.

"Namun, pada prakteknya lain, karena pimpinan DPR cukup berpengaruh dalam menentukan agenda DPR. Disitulah letak strateginya dalam mengawal kebijakan pemerintah," kata Erick Kurniawan.



Sumber: Suara Pembaruan