Kawal Penghitungan Suara di KPU, Alumni Aktivis 98 Ajukan Izin Keramaian

Kawal Penghitungan Suara di KPU, Alumni Aktivis 98 Ajukan Izin Keramaian
Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Tingkat Nasional Dalam Negeri dan Penetapan Hasil Pemilu 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/5/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Bayu Marhaenjati / JAS Rabu, 15 Mei 2019 | 17:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Forum Alumni Rembuk Nasional Aktivis 98, mengajukan surat pemberitahuan atau permohonan izin keramaian kepada polisi, terkait kegiatan mengawal pengitungan suara, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, tanggal 21 dan 22 Mei 2019 mendatang.

"Hari ini datang ke Polda Metro Jaya, tujuan kita mengajukan izin keramaian kegiatan untuk datang ke KPU, menginap di sana dalam rangka mengawal hasil pengitungan suara di KPU agar perhitungan tersebut maksimal. Tidak terganggu oleh orang yang tidak menginginkan penghitungan itu tidak terjadi," ujar Ketua Forum Alumni Rembuk Nasional Aktivis 98 Sayed Junaidi Rizaldi, di Polda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019).

Dikatakan Sayed, pihaknya telah menyampaikan surat permohonan itu ke Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya. Selanjutnya, menunggu balasan dari polisi.

"Ini surat kita siapkan ya, kami tunggu balasan. Ini tadi cukup alot karena ini persoalan menyangkut daerah steril di KPU. Jadi memang kami sedang menunggu balasan," papar Sayed.

"Kami sebenarnya menunggu balasan hari ini, tetapi mereka mempelajari dan memberikan jawaban segera. Namun intinya kita bukan berharap, kita minta ini diizinkan. Kalau tidak diizinkan, kami akan lakukan hal-hal terkait gerakan kami ini sebagai dukungan terhadap KPU," ungkap Sayed.

Sayed menyampaikan, pihaknya meminta izin agar secara teknis nanti tidak ada kendala di lapangan. Jumlah massa yang akan hadir diperkirakan berjumlah 5.000 orang.

"Hari ini, sampai tadi malam, kami evaluasi, kontak jaringan-jaringan yang ada, kami di angka 5.000 (orang) untuk datang ke KPU tanggal 21 Mei nanti," katanya.

Menurut Sayed, Forum Alumni Rembuk Nasional Aktivis 98 murni memberikan dukungan ke KPU, dan bukan memihak kubu manapun.

"Karena dukungan yang kita berikan ke KPU ini, bukan berarti kita memihak salah satu pihak. Karena KPU kita anggap panitia dari pada acara demokrasi ini, apapun hasilnya, ya kita hargai dari panitia tersebut. Untuk itu kami selaku bangsa berkewajiban menjaga itu," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com