Angka Kemenangan Berubah-ubah, Ini Alasan BPN

Angka Kemenangan Berubah-ubah, Ini Alasan BPN
Menolak Perhitungan KPU. Calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Jakarta, Selasa (14/5/19). Dalam acara yang dihadiri ribuan simpatisan dan partai pendukung Paslon 02 itu dinyatakan bahwa BPN menolak hasil perhitungan sementara KPU karena dianggap banyak kecurangan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal ( Foto: BeritaSatu photo / Mohammad defrizal )
Yeremia Sukoyo / JAS Rabu, 15 Mei 2019 | 18:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengklaim meraih kemenangan Pilpres 2019 berdasarkan hasil penghitungan internal sementara. Berdasarkan penghitungan berbasis form C1 yang dikumpulkan BPN sejauh ini, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu meraih kemenangan dengan meraup 54,24 persen suara, sementara pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin meraih 44,14 persen suara dan suara tidak sah 1,62 persen.

Kemenangan itu berdasarkan penghitungan dari 444.976 TPS atau 54,91 persen dari 810.329 TPS. Sebelumnya, atau sesaat setelah pencoblosan, kubu Prabowo-Sandiaga telah mengklaim memperoleh kemenangan sebesar 62 persen.

Pengumuman kemenangan tersebut diiringi dengan ungkapan sujud syukur di halaman depan rumah Prabowo di bilangan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menyingkapi perubahan angka yang cukup signifikan ini, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan, perubahan angka kemenangan terjadi lantaran semuanya masih berproses.

"Itu kan (klaim kemenangan) masih proses. C1-nya masih beberapa persen. Jadi perkembangan yang sedang dikumpulkan Prof Laode (Tim Pakar Prabowo-Sandi Laode Kamaluddin)," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, ketika ditemui sesaat setelah Diskusi "Lawan Kecurangan Pilpres 2019 Terstruktur, Sistematis & Masif", di Media Center BPN, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Menurutnya, sampai dengan saat ini proses pengumpulan data yang diambil dari formulir C-1 di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) pun masih tetap dilakukan. Hal yang sama juga terjadi seperti dalam proses Situng yang dilakukan KPU.

"Pada proses C1 dia terus bergerak, sama dengan Situng yang berlangsung di KPU," ucap mantan ketua umum Pemuda Muhammadiyah itu.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi telah mengklaim kemenangan sebesar 54,91 persen. Angka tersebut merupakan hasil pengolahan data di 444.976 TPS.

"Posisi ini diambil dari total TPS 51 persen lebih, bagi ahli statistik angka ini sudah valid dan angka ini hanya bisa berubah kalau betul-betul dirampok," kata Tim Pakar Prabowo-Sandi Laode Kamaluddin, dalam acara "Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019" di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Laode Kamaluddin yang juga koordinator pengumpulan data kemenangan Prabowo-Sandiaga memaparkan, penghitungan suara ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dikatakan, form C1 yang dikumpulkan dari para relawan ini telah melalui proses verifikasi dan validasi. Untuk itu, Laode Kamaluddin menyatakan pihaknya siap menghadapi pihak lain yang ingin menantang mengadu data.

"Pertanyaannya, mana datamu? Ini dataku. Kita memasuki era baru yaitu big data dan inilah kita sampai keyakinan bahwa Prabowo-Sandi, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024," tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan