Mendagri: Jangan Mencederai Demokrasi

Mendagri: Jangan Mencederai Demokrasi
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani (kiri), bersama Sekjen Tjahjo Kumulo, saat mengumumkan pengusungan Joko Widodo menjadi calon presiden di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Jumat (14/3). SP/Joanito De Saojoao. ( Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / MPA Rabu, 15 Mei 2019 | 19:11 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 telah dilaksanakan. Kini, seluruh pihak tinggal menunggu pengumuman hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap proses demokrasi lima tahunan tidak dicederai. “Jangan mencederai demokrasi,” kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Hal itu disampaikan Tjahjo menanggapi penolakan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) terhadap hasil Pilpres.

Tjahjo menuturkan, pencoblosan berlangsung sukses. Tingkat partisipasi sekitar 80%. “Pemilu itu kesepakatan semua pihak, termasuk tim sukses, termasuk partai politik, baik menyusun PKPU (Peraturan KPU) maupun tahapan-tahapan lain yang sukses ini jangan dicederai,” ujar Tjahjo.

Apabila ada pihak yang tidak puas atas hasil Pemilu, menurut Tjahjo, ada jalur hukumnya. “Kalau merasa enggak puas, ada ganjalan, menemukan sesuatu yang ganjil, disampaikan secara hukum saja. Ada mekanisme, dan ada aturannya. Jangan justru mencederai demokrasi sendiri,” ucap Tjahjo.



Sumber: Suara Pembaruan