OSO Tuding Wiranto Biang Kekalahan Hanura

OSO Tuding Wiranto Biang Kekalahan Hanura
Oesman Sapta Odang ( Foto: Beritasatu.com / Primus Dorimulu )
Robertus Wardi / MPA Rabu, 15 Mei 2019 | 19:52 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO)‎ mengungkap mengapa partai yang dipimpinnya kalah pada Pemilu 2019. Dia menegaskan biang kekalahan Hanura adalah Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Hanura yaitu Wiranto.

"Ada yang tanya kenapa Hanura kalah, ya tanya Wiranto lah. Bikin kalah dia kok," kata OSO saat buka puasa bersama di kediamannya di Jln Karang Asem, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Hadir pada acara buka puasa itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, para wakil Ketua MPR, DPR dan DPD, sejumlah menteri Kabinet Kerja seperti Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan ratusan undangan lainnya. Wiranto yang juga Menko Polhukam tidak hadir pada acara tersebut.

Pada buka puasa itu, OSO yang juga Ketua DPD RI itu menyampaikan kepada Presiden Jokowi dan semua undangan bahwa acara tersebut dihadiri juga para Ketua Dewan Pimpinan Daerah Hanura tingkat propinsi.‎ Hal itu karena dirinya bukan hanya Ketua DPD RI tetapi juga Ketua Umum Hanura. Karena itu, dia mengundang seluruh pengrusu Hanura untuk hadir.

"Meski Hanura kalah, tetapi 01 (Jokowi dan Ma'ruf Amin) menang. Bapak Jokowi, 100 persen kader Hanura memenangkan 01," tutur OSO yang juga Wakil Ketua MPR ini.

Sebagaimana diketahui, dalam hitungan sementara KPU hingga saat ini, Hanura tidak lolos masuk parlemen. Suara Hanura hanya sekitar 2% dan tidak mencapai syarat minimal masuk parlemen 4%.

Beberapa minggu sebelum penetapan partai peserta pemilu, Hanura terlibat konflik internal. Hanura terbelah antara kubu yang meminta OSO dipecat dari Ketua Umum dengan kubu yang mempertahankannya. Diduga kuat, di belakang kader yang meminta OSO dipecat adalah Wiranto.

Hingga saat ini, antara dua kubu tersebut belum berdamai atau islah. Wiranto sendiri disebut-sebut sudah tidak pernah bertemu OSO lagi. 



Sumber: Suara Pembaruan