Silaturahmi Bogor untuk Indonesia

Kepala Daerah dan Tokoh Nasional Serukan Aksi Damai Pasca-Pilpres

Kepala Daerah dan Tokoh Nasional Serukan Aksi Damai Pasca-Pilpres
Pertemuan bertajuk "Silaturahmi Bogor untuk Indonesia" dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Wagub Jatim Emil Dardak, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany, dan Walikota Bogor Bima Arya, di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor, Rabu (15/5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 15 Mei 2019 | 20:36 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menempuh langkah konstitusional yang penuh kedamaian jelang penetapan hasil Pilpres 2019 oleh KPU pada 22 Mei mendatang. Seruan itu disampaikan seusai pertemuan bertajuk "Silaturahmi Bogor untuk Indonesia" di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor, Rabu (15/5/2019).

Sejumlah kepala daerah dan tokoh bangsa menghadiri pertemuan bertajuk "Silaturahmi Bogor untuk Indonesia" di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Bupati Anas Cerita Gubernur NTB Jadi Imam

Dibalut buka puasa bersama, pertemuan itu dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Wagub Jatim Emil Dardak, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, dan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ada pula Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany, dan Walikota Bogor Bima Arya.

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, sebenarnya perbedaan politik adalah hal yang wajar. Namun, jangan sampai kemudian memecah belah. "Justru perbedaan itu memperkuat bangsa kita," kata AHY.

AHY juga berharap agar semua pihak tetap menghormati semua tahapan Pemilu dalam koridor konstitusi. Forum yang dihadiri 10 tokoh itu, lanjut AHY, merupakan wujud ekspresi anak bangsa yang tergerak berkumpul menyatukan hati dan pikiran demi kedamaian Indonesiaz

"Dan semoga ini menginspirasi, khususnya kepada anak-anak muda agar kita selalu dijaga lisan, niat tindakan yang baik demi Indonesia yang sama-sama kita cintai,” papar AHY.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, ada keresahan di masyarakat terhadap situasi bangsa pasca-Pilpres. Masyarakat khawatir ada kejadian-kejadian di luar jalur konstitusional.

"Makanya isi media sosial dan percakapan-percakapan publik dengan hal yang menyejukkan mulai hari ini, 22 Mei, sampai jangka panjang. Kita kumandangkan gagasan perdamaian dan kerukunan,” papar Ridwan Kamil.

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, mengatakan, tantangan bangsa ke depan semakin berat, sehingga membutuhkan kesolidan seluruh anak bangsa.

"Presiden ke depan adalah pelayan bagi 260 juta rakyat Indonesia. Mari kita bantu siapapun nanti yang ditetapkan sebagai presiden berdasarkan hasil di KPU,” ujar Yenny.

Walikota Bogor, Bima Arya, mengatakan, forum tersebut menyepakati untuk mengajak masyarakat menghormati semua proses Pemilu sesuai koridor konstitusi sembari membangun komunikasi di antara sesama anak bangsa.

“Sehingga nanti ketika 22 Mei, jika ada hal-hal yang ditafsirian berbeda, misal gugatan, harus disalurkan sesuai hukum positif di negara kita,” ujar Bima.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas menambahkan, forum tersebut juga mendiskusikan tentang pengembangan daerah dan kebaikan bangsa ke depan. "Kita berharap Indonesia semakin tumbuh menjadi negara yang maju, adil dan makmur,” ujar Anas.

"Segera setelah ini, kami di daerah akan menyelenggarakan semacam silaturahim kebangsaan antar parpol di daerah, antar pendukung 01 dan 02 di daerah untuk meredakan semua ketegangan politik," imbuh Anas.



Sumber: BeritaSatu.com