Rizal Ramli Tantang Debat Terbuka Soal Data Rekapitulasi Suara Pilpres

Rizal Ramli Tantang Debat Terbuka Soal Data Rekapitulasi Suara Pilpres
Rizal Ramli. ( Foto: Antara / Muhammad Adimaja )
Asni Ovier / AO Rabu, 15 Mei 2019 | 22:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tokoh nasional, Rizal Ramli menantang Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak yang mengklaim memiliki data kemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 untuk berdebat secara terbuka terkait rekapitulasi suara nasional pemilihan presiden (pilpres). Tantangan debat itu semata-mata untuk menjalankan prinsip demokrasi, yakni bebas, adil dan jujur.

"Saya akan membawa ahli TI dan ahli statistik untuk menantang debat secara terbuka dengan KPU dan pihak yang mengaku memiliki data kemenangan paslon nomor urut 01 untuk berdebat secara terbuka dan disiarkan media televisi," ujar Rizal Ramli dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Menurut Rizal Ramli, tantangan debat publik terkait dengan penghitungan suara Pilpres 2019 adalah bagian dari pembelajaran demokrasi serta menyelamatkan kedaulatan rakyat. "Kalau merasa memiliki komitmen menjaga demokrasi dan ingin menegakkan kedaulatan rakyat, seharusnya mereka mau menerima tantangan saya," kata Rizal Ramli.

Selain itu, ujar Rizal Ramli, melalui debat terbuka yang disiarkan media televisi niscaya dapat menguak pihak yang sesungguhnya telah melakukan kebohongan. "Data sistem penghitungan (situng) KPU selalu dijadikan argumentasi oleh kubu 01 bahwa pihaknya sudah menang. Bahkan, mereka mengatakan berdasarkan hitungan mereka, menangnya tebal. Tetapi, data situng KPU banyak yang salah. Misalnya, input data tidak cocok dengan formulir C1. Ini yang membuat rakyat resah. Jadi, ayo kita buka-bukaan data, supaya rakyat tidak bingung," kata anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

Sebagaimana diketahui, BPN Prabowo-Sandi telah menegaskan menolak penghitungan suara yang tengah berjalan di KPU. BPN mengklaim telah terjadi banyak kecurangan yang merugikan pihaknya di Pilpres 2019.

"Berdasarkan hal tersebut, kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat indonesia yang sadar hak demokrasinya, menyatakan menolak hasil perhitungan suara dari KPU yang sedang berjalan," kata Ketua BPN Djoko Santoso dalam acara "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Dalam acara yang dihadiri oleh Prabowo dan Sandi tersebut, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya. Dugaan kecurangan itu adalah permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos, hingga salah hitung di laman resmi KPU. BPN juga menampilkan penghitungan suara versi mereka.

Anggota Dewan Pakar BPN Laode Kamaluddin mengatakan, berdasarkan data sistem informasi Direktorat Satgas BPN, perolehan suara Prabowo-Sandi unggul. Hingga Selasa (14/5/2019), pasangan Prabowo-Sandiaga disebut memperoleh suara sebesar 54,24% atau 48.657.483 suara. Sementara, pasangan Jokowi-Ma-ruf Amin memperoleh suara sebesar 44,14%.



Sumber: BeritaSatu.com