MUI Bogor: People Power Melanggar Norma Agama

MUI Bogor: People Power Melanggar Norma Agama
Ilustrasi unjuk rasa. ( Foto: Antara )
Vento Saudale / YUD Kamis, 16 Mei 2019 | 09:23 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Bogor, Jawa Barat, KH. Mukri Aji menilai ajakan aksi people power tidak sesuai dengan norma-norma agama apalagi terjadi saat bulan suci Ramadan 1440 H/2019.

Ketua MUI Mukti menyebut, seharusnya masyarakat Kabupaten Bogor boleh berbangga bisa melaksanakan hajat nasional dalam bentuk pemilu Legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden 17 April 2019 dan telah terlaksana dengan sebaik-baiknya jujur dan adil.

“Adanya keinginan untuk people power atau pengerahan massa dan sebagainya mudah-mudahan tidak dilakukan, karena tidak sesuai norma agama. Semua tahapan pemilu sudah sangat-sangat terbuka secara objektif maupun Jurdil,” paparnya, Kamis (16/5/2019).

Dijelaskannya, ketika memang dalam sidang pleno itu ada kealfaan, kekurangan dan itu saling melengkapi dengan azas mengusung ukhuwatul islamiyah, ukhuwatul wathaniyah, ukhuwatul basyariyah, persatuan dan kesatuan di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita terus berdoa dan mudah-mudahan hajat nasional ini dapat kita selesaikan dengan sebaik-baiknya tidak ada apapun kendala, tanpa hambatan, apalagi naudzubillahiminzalik adanya konflik sosial, konflik internal bangsa. Ingat, kita ini Republik Indonesia, Amin Ya Allah Ya Robbal’alamin,” tutupnya.

Sekadar diketahui, seruan ajakan aksi people power itu muncul dan tersebar di media sosial menjelang Pengumuman hasil rekapitulasi suara di KPU RI pada Rabu (22/5/2019) pekan depan.



Sumber: BeritaSatu.com