Metode Tak Jelas, Publik Dinilai Sulit Percayai Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi

Metode Tak Jelas, Publik Dinilai Sulit Percayai Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi
Prabowo Subianto. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / YUD Kamis, 16 Mei 2019 | 12:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat secara umum kehilangan kepercayaan terhadap klaim kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) dengan raihan 54,4 persen. Sebab, Prabowo pernah menyebut angka 62 persen pada 17 April 2019.

“Publik mana mau percaya dengan klaim menang 54,4 persen, karena kan awal-awal kubu Prabowo-Sandi sebut menang 62 persen, sampai sujud syukur,” kata Direktur Riset Populi Center, Usep S Ahyar kepada Beritasatu.com, Kamis (16/5).

Menurut Usep, metode penghitungan internal kubu Prabowo-Sandi tidak jelas. Usep mengungkap, perolehan 54,4 persen disebut-sebut berasal dari sekitar 400 ribu formulir C1. Sementara angka 62 persen, ketika itu diklaim merupakan hasil C1, di 300 ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Angka 54,4 persen itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan quick count atau hitung cepat lembaga-lembaga survei yang ada standar sampel. Lembaga survei juga sudah buka-bukaan,” ucap Usep.

Usep juga menyoroti sikap Prabowo yang menolak hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). “Mereka menolak hasil Pilpres, berarti terima Pileg. Kita tahu penyelenggaranya sama, waktunya pun sama. Ini kan aneh,” tukas Usep.



Sumber: Suara Pembaruan