Hinca: Jangan Anggap Sepele Persoalan di Lapas

Hinca: Jangan Anggap Sepele Persoalan di Lapas
Kondisi Lapas pasca kerusuhan yang terjadi mengakibatkan tiga mobil petugas rusak terbakar. Peristiwa kerusuhan yang dilakukan para narapidana mengakibatkan ratusan napi melarikan diri, Langkat, Sumatera Utara, Kamis, 16 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Irsan Mulyadi )
Carlos KY Paath / JEM Jumat, 17 Mei 2019 | 14:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi III DPR, Hinca IP Pandjaitan meminta agar seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia untuk dievaluasi. Sebab, kapasitas warga binaan yang menguni lapas maupun rutan sudah melebihi batas normal atau over capacity.

“Sebagai anggota Komisi III DPR sudah saya katakan sebelumnya bahwa persoalan yang menumpuk dalam lapas bisa menjadi bom waktu yang bisa kapan saja meledak. Harus ada evaluasi menyeluruh,” kata Hinca kepada Beritasatu.com, Jumat (17/5).

Pernyataan Hinca tersebut menanggapi kerusuhan terjadi di Lapas Narkotika Kelas III Langkat, Sumatera Utara. Hinca mengungkap, peristiwa di Lapas Langkat merupakan ujung dari persoalan over capacity yang sudah lama menghantui.

“Tercatat penghuni Lapas Langkat mencapai 1.635 orang, padahal kapasitasnya hanya mencapai 915 orang. Selain itu yang menjadi pemantik utama kericuhan dalam lapas ialah narkoba. Dalam satu blok Lapas tersebut ditemukan penghuni yang kedapatan membawa sabu,” ungkap Hinca.

Hinca juga menerima informasi yang masih perlu dikonfirmasi. Hal itu terkait adanya oknum petugas lapas yang disinyalir menyiksa warga binaan. Selain itu juga mengenai bisnis narkoba di lapas. “Nanti saya pastikan lebih lanjut fakta-faktanya,” ucap Hinca.

Menurut Hinca, over capacity juga memunculkan permasalahan baru. Misalnya, pembinaan terhadap warga binaan tidak berjalan baik, karena penghuninya terlalu banyak. Program-program pembinaan seperti pembinaan kerja dan keterampilan serta rehabilitasi medis dan sosial tidak berjalan efektif.

Berikutnya, risiko keamanan di lapas tidak terjamin yang menyebabkan banyaknya napi melawan dan berupaya kabur. Tak hanya itu, perilaku koruptif para oknum sipir, masif ditemukan di sejumlah tempat.

“Sekali lagi, kita jangan menganggap persoalan lapas adalah hal yang sepele. Saya pikir ini adalah catatan serius yang harus saya sampaikan pada Kemkumham (Kementerian Hukum dan HAM),” kata sekretaris jenderal Partai Demokrat tersebut.

Hinca juga menyebut, “Saya pikir sudah sepatutnya dengan banyak catatan dan persoalan ini, harus ada evaluasi total dan segera. Menteri hukum dan HAM, dan dirjen harusnya dievaluasi. Rentetan persoalan ini terus berlanjut dan henti, sebelumnya rumah tahanan di Siak, Riau juga rusuh.” 



Sumber: Suara Pembaruan