OSO Didesak Lengser dari Ketum Hanura

OSO Didesak Lengser dari Ketum Hanura
Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO)bersama Wiranto saat memberikan sambutan di acara "Syukuran Partai Hanura Lolos Sebagai Peserta Pemilu 2019 di Kediamannya, Jalan Karang Asem, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018. ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
/ YS Jumat, 17 Mei 2019 | 16:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Hanura Bambu Apus/versi Daryatmo, Patrika S Andi Paturusi menyesalkan sikap Oesman Sapta Odang (OSO) yang menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura lolos ke Senayan pada Pemilu 2019.

"Sekarang Hanura terpuruk, OSO malah mencari kambing hitam dengan menyalahkan Pak Wiranto, sungguh itu bukan sifat yang kesatria," ujar Anggie, sapaan Patrika S Andi Paturusi dalam keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Menurut Anggie, semestinya OSO introspeksi diri dan tidak menyalahkan orang lain. Perlu dipertanyakan, apakah ia sudah maksimal turun berjuang untuk kemenangan Partai Hanura. "Ini jangankan turun ke konstituen, alat peraga seperti Bendera Hanura saja, saya tidak lihat tuh di daerah-daerah," katanya.

Anggie justru melihat, OSO hanya menyibukkan diri untuk pencalonan dirinya sebagai Caleg DPD.

Menurutnya, berbeda dengan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto, di sela-sela kesibukannya, Wiranto masih menyempatkan keliling seluruh provinsi menyapa dan mengajak rakyat agar memilih Hanura di Pemilu Legislatif 2014 lalu.

Ia menyesalkan OSO yang tidak aktif. Padahal, kata Anggie, caleg-caleg Hanura sudah berjibaku berusaha semaksimal mungkin agar memperoleh suara terbanyak di dapilnya masing-masing. "Ya percuma juga caleg sudah berusaha keras cari suara, tapi kinerja mesin partainya tak maksimal, " katanya.

Bahkan Anggie mengaku ragu saat Hanura pertama kali dipegang OSO. Saat itu, ia sempat memproyeksikan Hanura terancam gagal memenuhi ambang batas parlemen. "Sekarang, kekhawatiran saya dan teman-teman di Bambu Apus jadi nyata. Kami merasa terpukul, Hanura gagal ke DPR," katanya.

Menurut Anggie, dirinya ragu karena rekam jejak OSO sebagai ketua umum partai belum teruji. Dua partai yang dibesutnya, Partai Persatuan Derah (PPD) kemudian Partai Persatuan Nasional (PPN), dua kali ikut pemilu, dua kali gagal memenuhi ambang batas parlemen.

Ia mendesak OSO melepas jabatannya sebagai Ketua Umum Hanura, karena sudah gagal memimpin Hanura.



Sumber: PR