KPU Sebut 486 KPPS Meninggal Dunia Saat Bertugas

KPU Sebut 486 KPPS Meninggal Dunia Saat Bertugas
Simbolon, pria berusia 53 tahun itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Taba Baru.
Yustinus Paat / WM Kamis, 16 Mei 2019 | 23:36 WIB

 

Jakara, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik mengungkapkan, hingga saat ini tercatat ada 486 orang kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia saat bertugas. Sementara yang sakit sebanyak 4.849 KPPS.

"Berdasarkan data hingga pukul 10.00 WIB, Kamis (16/5/2019), jumlah KPPS yang wafat sebanyak 486 orang. KPPS yang sakit sebanyak 4.849 orang," ujar Evi, kepada wartawan, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Total KPPS yang tertimpa musibah sebanyak 5.335 orang. Evi mengakui adanya perbedaan data KPU dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes) soal KPPS yang wafat.

"Sebab data kami berdasarkan laporan dari jajaran (KPU daerah). Sementara data Kemkes mungkin berdasarkan penyampaian dari dokter di daerah yang berada secara vertikal dengan Dinas Kesehatan di daerah," jelas Evi.

Kemudian, kata dia, masih bertambahnya data KPPS yang wafat dan jatuh sakit disebabkan KPU daerah masih harus menyelesaikan pekerjaan rekapitulasi suara.

Sebelumnya, Kemkes melalui dinas kesehatan tiap provinsi mencatat petugas KPPS yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa. Berdasarkan siaran pers Kemenkes yang diterima di Jakarta, Kamis, jumlah korban sakit dan meninggal tersebut hasil investigasi Kemenkes di 28 provinsi per tanggal 15 Mei 2019.



Sumber: BeritaSatu.com