Balad Jokowi Dukung TNI Polri Jaga Keamanan Jelang 22 Mei

Balad Jokowi Dukung TNI Polri Jaga Keamanan Jelang 22 Mei
Massa dari Balad Jokowi saat aksi mendukung TNI-Polri dalam menjaga keamanan menjelang pengumuman hasil pilpres di depan Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Sabtu, 18 Mei 2019 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Relawan Balad Jokowi menggelar aksi damai mendukung TNI dan Polri dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif menjelang pengumuman resmi yang akan dilakukan pada 22 Mei mendatang. Aksi ini digelar sebagai respons atas adanya segelintir pihak yang berani dengan terang-terangan merendahkan derajat lembaga negara dengan dasar tudingan telah berpihak terhadap salah satu Peserta Pilpres.

"Kita tidak mungkin membiarkan lembaga Presiden, KPU, TNI, Polri dan Pers dan lainnya dilemahkan dengan caci maki dan sumpah serapah, sehingga menghambat konsolidasi demokrasi," ujar Ketua Umum Balad Jokowi, Muchlas Rowie, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (18/5/2019). Aksi relawan Balad Jokowi digelar di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Muchlas juga menyoroti adanya wacana people power atau gerakan kedaulatan rakyat yang dinilainya berbahaya bagi demokrasi. Ia menilai, wacana tersebut mengarah upaya inkonstitutional menggagalkan hasil Pemilu 2019. "Demokrasi memang memerlukan kritik, dan publik bisa menguji semua gagasan secara cerdas," ujarnya.

Karena itu, Balad Jokowi menegaskan sikap mendukung TNI-Polri bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melontarkan narasi-narasi di luar prosedur demokrasi dan bernada provokasi. Selain mendukung TNI-Polri, dalam aksi tersbut, Balad Jokowi juga menyuarakan dukungan kepada penyelenggara Pemilu 2019, yaitu KPU. Mereka menilai KPU telah bekerja independen dan mengajak masyarakat menghormati proses hingga penetapan hasilnya nanti.

Muchlas pun mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi KPU beserta jajarannya dalam Pemilu 2019. "Juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya beberapa petugas Pemilu 2019," tambahnya.

Terkahir, ia mengimbau agar semua pihak tetap menjaga proses demokrasi berjalan dengan baik. Sejak awal, ujarnya, semua pihak sudah sepakat untuk menjalani proses pemilu secara damai dan legawa siapa pun yang jadi pemenang. "Jangan sampai kita mencederai demokrasi hanya karena tidak bisa mengakui kekalahan," kata Muchlas.



Sumber: Suara Pembaruan