KPU Bantah Pernyataan Prabowo Penetapan Hasil Pemilu Secara Senyap

KPU Bantah Pernyataan Prabowo Penetapan Hasil Pemilu Secara Senyap
Ketua KPU RI Arif Budiman (dua kanan) dan ketua Bawaslu RI Abhan (dua kiri), bersama saksi pasangan capres cawapres TKN 01 (kiri), dan saksi pasangan capres cawapres BPN 02 (kanan) usai menyerahkan dokumen pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil Pemilihan Umum tahun 2019, di gedung KPU, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019 dini hari. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / IDS Selasa, 21 Mei 2019 | 14:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah pernyataan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto yang menyebutkan pengumuman penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu dilakukan secara senyap. KPU menegaskan pengumuman penetapan hasil pemilu tersebut dilakukan secara terbuka dan dihadir saksi peserta pemilu

"Tidak benar (dilakukan secara senyap)," ujar Komisioner KPU Ilham Saputra dalam keterangannya, Selasa (21/5/2019).

Ilham mengatakan penetapan hasil pemilu yang dilakukan Selasa (21/5/2019) dinihari tadi dihadiri semua saksi pasangan calon presiden-wakil presiden, saksi partai politik dan juga beberapa saksi Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Termasuk, kata Ilham, saksi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan saksi Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo.

"Bahkan saksi Gerindra dan BPN 02 mengikuti sampai akhir rekapitulasi," ungkap dia.

Lebih lanjut, Ilham menuturkan pengumaman penetapan tersebut juga tidak ada yang janggal. KPU, kata dia, diberi waktu paling lama 35 hari oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu untuk menetapkan perolehan suara Pemilu.

"Tidak ada yang janggal. Ketentuan UU paling lambat 35 Hari. Jatuhnya tanggal 22 Mei. Tetapi karena rekap provinsi dan luar negeri sudah selesai, maka kami tuntaskan malam tadi," pungkas dia.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan bahwa KPU melakukan penetapan hasil rekapitulasi secara senyap karena dilakukan dinihari, ketika semua orang tidur atau belum tidur. Prabowo menegaskan pihaknya tidak menolak semua keputusan KPU soal penghitungan suara Pilpres yang ditetapkan KPU pada 21 Mei dinihari.



Sumber: BeritaSatu.com