PDIP Rencana Gugat Hasil Pileg 2019 di 7 Dapil ke MK

PDIP Rencana Gugat Hasil Pileg 2019 di 7 Dapil ke MK
Hasto Kristiyanto. ( Foto: Dok TKN )
Markus Junianto Sihaloho / IDS Selasa, 21 Mei 2019 | 15:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Walau ditetapkan sebagai pemenang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, PDI Perjuangan (PDIP) tetap berencana melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil pemilihan untuk 7 daerah pemilihan (Dapil) di 5 provinsi.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, di 7 dapil itu, pihaknya akan mengajukan gugatan sengketa hasil perolehan suara yang berdampak signifikan terhadap perolehan kursi DPR/DPRD.

"Kami siapkan dan putuskan tadi malam untuk dilakukan gugatan ke MK," kata Hasto kepada wartawan di Jakarta, di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan bukti. Sejumlah potensi bukti yang ada sedang diverifikasi. Ketika saatnya dianggap cukup, maka gugatan akan segera dilayangkan ke MK.

Sejauh ini, berdasarkan hitungan mereka, PDIP memeroleh 129 kursi DPR. Angka itu selisih sekitar 4 kursi dari prediksi awal berdasarkan perhitungan suara hingga 80% yang mereka lakukan pada 2 minggu lalu.

Ketika ditanya dapil mana saja yang akan digugat, Hasto menyebut sejumlah provinsi tempat dapil itu, yakni Jabar, Jateng, Sumbar, Papua, dan Sulawesi Barat.

Modus kecurangan yang terjadi, kata Hasto, diduga adalah pengambilan suara. Pihaknya melihat pileg yang sangat kompleks melahirkan saling curi suara. Bukan hanya antarcaleg antarparpol, namun juga antarcaleg di internal parpol.

Ada juga temuan kesalahan aritmatik dimana saat penghitungan suara di TPS, semisal perolehan caleg PDIP berjumlah 136, namun di tingkat berikutnya berubah menjadi 36. Artinya 100 suara hilang.

Kata Hasto, telaah pihaknya menemukan modus kecurangan aritmatik itu banyak terjadi di tingkat KPPS.

"Tapi masih kami teliti karena PDI Perjuangan tidak akan melakukan gugatan tanpa bukti kuat. Maka perkiraan kami sementara paling banyak hanya ada 7 dapil. Tapi kan kami bisa digugat pihak lain. Maka langkah terbaik kami menyiapkan seluruh bukti-bukti C1 lah yang paling otentik," ujar Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com