Koalisi Pendukung Jokowi-Ma'ruf Belum Bahas Kursi Menteri

Koalisi Pendukung Jokowi-Ma'ruf Belum Bahas Kursi Menteri
Konsolidasi Koalisi Indonesia Kerja (KIK) H-30 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2019). ( Foto: Ist )
Carlos KY Paath / JAS Selasa, 21 Mei 2019 | 20:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Partai politik (parpol) pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) belum membahas mengenai kursi menteri. Para ketua umum (ketum) partai hanya mengucapkan selamat kepada Jokowi.

“Teknis (kursi menteri) masih akan dibahas nanti. Ini masih hari pertama, sudah diumumkan (hasil Pilpres) tadi pagi, sehingga lebih ke ucapan selamat kepada beliau,” kata Ketum Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Airlangga juga mengungkap bahwa Jokowi menyampaikan selamat atas perolehan kursi PG di parlemen yang menempati peringkat kedua. “Saya melaporkan bahwa Partai Golkar alhamdulillah menjadi pemenang kedua di DPR dengan 85 kursi. Bapak Presiden ucapkan selamat,” ucap Airlangga.

Sementara itu, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, dirinya datang secara khusus ke istana untuk memberikan selamat kepada Jokowi. Menurut Muhaimin, kemenangan Jokowi-Ma'ruf membahagiakan bagi PKB maupun warga Nahdlatul Ulama.

Muhaimin menambahkan, dirinya juga memberikan masukan untuk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Misalnya mengenai peningkatan kualitas pendidikan, perhatian terhadap usaha kecil menengah, dan dakwah serta sosial kemasyarakatan.

Disinggung mengenai posisi menteri yang diinginkan PKB, Muhaimin menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada Presiden. “Kita berharap seperti itu (penambahan kursi menteri), tapi terserah beliau. Tadi sudah saya sebutkan 20 nama,” ucap Muhaimin.

Muhaimin menambahkan, dirinya tak memberikan daftar kader PKB yang layak sebagai menteri. “Kalau saya enggak. Bukan daftar tetapi saya punya stok ini, ini, ini,” imbuh wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat tersebut.

Sedangkan Pelaksana Tugas Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa mengatakan, pertemuan dirinya dengan Jokowi sempat membahas mengenai situasi kebangsaan. Suasana kondusif pascapemilu diharapkan tercipta seiring berjalannya waktu.

“Bangsa ini sudah sering menghadapi hal seperti ini. Mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat, termasuk di masa-masa sebelum Reformasi dan di masa-masa reformasi ini. Kita sudah terlatih dan teruji. Jadi mudah-mudahan kita dapat menyelesaikan dengan baik,” kata Suharso.



Sumber: Suara Pembaruan