Polisi Ingatkan Waktu Sahur, Demonstran Jawab dengan Molotov

Polisi Ingatkan Waktu Sahur, Demonstran Jawab dengan Molotov
Massa yang sudah di bubarkan melawan petugas Brimob di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu 22 Mei 2019 dini hari. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Heru Andriyanto / HA Rabu, 22 Mei 2019 | 02:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Situasi menegangkan masih terjadi di kawasan Tanah Abang dan Jalan Sabang, Jakarta Pusat, hingga pukul 02.45 WIB, Rabu (22/5/2019), ketika polisi berusaha menghalau para demonstran.

Dalam peristiwa yang disiarkan langsung sejumlah televisi nasional tersebut, polisi mengejar massa hingga ke kawasan Tanah Abang untuk membubarkan aksi demonstrasi di sekitar gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang telah berlangsung sejak Selasa siang.

"Adik-adik, sebentar lagi sahur. Sudah-sudah. Polisi bukan musuh kalian," imbau seorang petugas melalui pelantang suara di Tanah Abang.

Bukannya menurut, beberapa orang dari kelompok massa itu malah berlari mendekat dan melemparkan botol dengan sumbu menyala ke arah petugas.

Api pun berkobar di depan para petugas, yang dibalas dengan tembakan gas air mata. Di sejumlah titik di di jalan tempat para demonstran berdiri juga ada kobaran api.

Sementara itu di Jalan Sabang, sejumlah orang mencoba melawan dengan melempar batu dan benda-benda lain. Namun, situasinya relatif lebih terkendali setelah mereka melarikan diri ketika barisan polisi dengan tameng terus merangsek maju.

Bentrokan aparat dengan massa mulai terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, karena massa menolak membubarkan diri. Sejumlah orang diamankan dalam peristiwa tersebut. Lewat tengah malam, polisi akhirnya melakukan upaya paksa dengan tembakan gas air mata, dan mengejar para demonstran yang mundur sambil melempar batu.

Unjuk rasa digelar untuk menolak hasil Pemilu 2019 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selasa dini hari kemarin.

Di kawasan Pasar Tanah Abang, demonstran juga melakukan aksi pembakaran yang diatasi polisi dengan mobil water canon. Sampai berita ini diturunkan, upaya menghalau massa masih berlangsung.



Sumber: BeritaSatu.com