Ganjar Pranowo Imbau Elite Politik Segera Bertindak Dinginkan Suasana

Ganjar Pranowo Imbau Elite Politik Segera Bertindak Dinginkan Suasana
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. ( Foto: Suara Pembaruan / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / AMA Rabu, 22 Mei 2019 | 13:19 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengajak seluruh elite politik untuk segera mengambil sikap dan bertindak cepat guna mendinginkan suasana, menyusul kerusuhan 22 Mei 2019.

"Sekarang semua membutuhkan ketenangan batin dan ketenangan hati. Maka, para tokoh politik, saya minta ayo segera mengademkan situasi dengan menunjukkan kedamaian. Kami rindu dan sangat berharap pak Jokowi dan pak Prabowo bisa bersalaman, berfoto bersama dan saling berangkulan untuk mendinginkan situasi ini," ujar Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (22/5/2019).

Sebenarnya lanjut Ganjar, pidato dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden beberapa waktu lalu sudah bisa mendinginkan suasana. Pak Jokowi saat pidatonya mengatakan bahwa meminta dukungan dari masyarakat karena telah diberikan amanah.

"Sementara Pak Prabowo sudah statemen, akan mengambil langkah di MK. Mak sebenarnya itu sudah betul, tidak perlu lagi ada demo, tinggal tunggu saja hasil proses secara konstitusional itu," tegas Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo sangat menyayangkan kejadian sepanjang Rabu (22/5/2019). Dirinya menilai, sebenarnya hal itu sudah diantisipasi sejak dini, tetapi masyarakat masih tidak mau mengindahkan.

"Akhirnya bukan aksi damai lagi. Sangat disayangkan sekali sampai ada korban, ada yang ditangkap, ada kerusakan-kerusakan dan sebagainya," kata Ganjar Pranowo lagi.

Ditegaskan, sejak dari awal dirinya mendorong kepada masyarakat Indonesia untuk menerima apa pun hasil pemilu dengan lapang dada, sportif, dan kesatria. Apabila ada yang tidak puas, maka ada jalur konstitusi yang disediakan, yakni dapat menggugat atau banding ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau mekanisme itu diindahkan, maka rakyat akan tenang. Tapi yang terjadi kemudian, karena tidak terima kemudian memprovokasi orang untuk datang, menduduki, ramai-ramai dengan istilah people power-nya itu, orang akan takut. Hingga akhirnya terjadilah bentrok seperti ini," tambah Ganjar Pranowo.

Dengan aksi turun ke jalan itu, lanjut Ganjar Pranowo, maka potensi gesekan akan besar terjadi. Menurutnya, masyarakat kalau sudah bertemu, berkumpul dalam jumlah banyak maka akan mudah terprovokasi.

"Begitu ada provokasi, maka terjadilah ledakan. Apakah bentrok, bakar-bakaranan, disulut kemarahan dan sebagainya," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan