Wiranto: Negara Tidak Boleh Kalah dari Perusuh

Wiranto: Negara Tidak Boleh Kalah dari Perusuh
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) disaksikan Menko Polhukam Wiranto (kiri) dan Kepala KSP Moeldoko (kanan) menunjukkan barang bukti senjata api saat menyampaikan konferensi pers perkembangan pascakerusuhan di Jakarta, dini hari tadi, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu 22 Mei 2019. ( Foto: Antara Foto / Dhemas Reviyanto )
Robertus Wardi / YS Rabu, 22 Mei 2019 | 17:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) ‎Wiranto menjamin negara tidak boleh kalah dengan perusuh. Negara akan bertindak tegas dan keras terhadap para perusuh yang melakukan aksi-aksi anarkis.

‎"Kita sepakat bahwa negara tidak boleh kalah. Negara harus melindungi segenap bangsa. Kita sebenarnya sudah mengetahui dalang aksi tersebut dan aparat keamanan akan bertindak tegas," kata Menko Polhukam Wiranto dalam konferensi pers  mengenai kondisi terakhir negeri ini di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Hadir pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Kepala Kantor Kepresidenan Moeldoko, Kebala BIN Budi Gunawan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Ia menjelaskan, ada niat atau skenario jahat dari para perusuh yaitu membuat kekacauan dan membangun antipati terhadap pemerintah yang sah. Kemudian membangun kebencian kepada pemerintah yang sedang melakukan upaya-upaya bagi kesejahteraan rakyat.

Mereka melakukan aksi brutal menyerang petugas. Tujuannya menciptakan kekacauan sehingga menimbulkan korban.

"Ini dituduhkan aparat keamanan seakan-akan melakukan sewenang-wenang. Saya katakan tidak. Jangan sampai diputar-balikkan. TNI dan Polri telah diistruksikan tidak bawa senjata, tidak menggunakan senjata api. Mereka menggunakan perisai dan pentungan. Jangan sampai dilemparkan ke masyarakat seakan-akan pemerintah sewenang,​ diktator,​ senaknya melawan rakyat," tegas Wiranto.

Dia meminta masyarakat untuk tetap tenang. Masyarakat tidak boleh terpengaruh dengan hasutan, provokasi dan ajakan yang ingin membuat kacau.

"Jangan sampai kita diadu-domba sehingga persatuan di bulan suci Ramadan bisa terpengaruh," tutur Wiranto.



Sumber: Suara Pembaruan