Polisi Masih Dalami Keterlibatan Mantan Petinggi dalam Kerusuhan 22 Mei

Polisi Masih Dalami Keterlibatan Mantan Petinggi dalam Kerusuhan 22 Mei
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / AMA Kamis, 23 Mei 2019 | 12:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mengaku penyelidikan terkait aktor intelektual yang menjadi dalang dalam insiden rusuh di Bawaslu Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) dini hari WIB masih berlangsung.

Hanya saja korps baju cokelat itu belum mau mengungkap saat ditanya apakah penggerak kerusuhan itu adalah mantan petinggi di masa lalu yang kini dekat dengan salah satu calon.

“Masih kita dalami siapa aktor intelektualnya dan rangkaian aktor di lapangannya. Saya belum tahu adanya nama-nama itu. Masih diperiksa penyidik nanti muncul benang merahnya,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Untuk diketahui, ada empat nama mantan petinggi yang disebut-sebut terlibat dalam rusuh yang setidaknya menelan enam korban tewas dan ratusan orang luka itu. Dalam daftar itu juga disebut ada dua orang lain yang punya massa.

Mabes Polri sebelumnya menjelaskan, awalnya aksi demo di depan Bawaslu itu berlangsung damai. Polri memberi kelonggaran buka bersama,sholat isya, dan taraweh. Bahkan anggota Polri ikut sholat bersama.

Setelah itu diimbau oleh kapolres untuk bubar. Massa membubarkan diri, tetapi sekitar pukul 21.00 WIB tiba-tiba ada sekelompok massa berjumlah ratusan.

Pada pukul 23.00 WIB mereka mulai melakukan tindakan anarkis di depan Bawaslu dengan merusak barier dan massa didorong oleh petugas pengamanan.

Pada saat itulah massa melempari aparat keamanan dengan batu, kayu, dan bom molotov. Massa bisa didorong dan dibubarkan sampai jam 03.00 WIB ke arah Tanah Abang. Sejak itu eskalasi keamanan membara namun hari ini relatif telah berhasil diatasi.



Sumber: BeritaSatu.com