Sandiaga: Gerakan Damai Adalah Harga Mati

Sandiaga: Gerakan Damai Adalah Harga Mati
Sandiaga Uno. ( Foto: Antara )
Hotman Siregar / WBP Kamis, 23 Mei 2019 | 22:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Calon Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menegaskan bahwa Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan tetap menggunakan jalur konstitusional dalam menyikapi hasil Pilpres 2019. Hal itu dibuktikan dengan melaporkan kecurangam Pemilu 2019 ke Bawaslu. Adapun ke Mahkamah Konstitusi (MK) dilakukan pada Jumat (24/5/2019).

"Dapat kami sampaikan bahwa pak Prabowo sudah menyampaikan seruan tadi malam untuk masyarakat. Tentunya menggunakan segala jalur konstitusional dan percaya kepada pemimpin-pemimpinnya," kata Sandiaga di Rumah Kartanegara, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2019) sore.

Hal itu disampaikan Sandiaga ketika ditanya isu bahwa Prabowo-Sandi akan menghadiri unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta pada Jumat besok. "Kalau masih pak Prabowo dan saya didengar itu bahwa kita tempuh jalur konstitusional. Kita adalah gerakan yang non-violence gerakan damai dan itu merupakan harga mati," tambah Sandiaga Uno.

Prabowo-Sandi berkomitmen bahwa tenun kebangsaan harus terus dirajut. "Non-negosiable bahwa keutuhan kebangsaan harus kita betul-betul kita pertahankan. Itu yang jadi komitmen kami," kata Sandiaga Uno.

Sebagaimana diketahui, beredar informasi di grup whatsapp soal aksi unjuk rasa besok. Sejumlah massa dan purnawirawan disebut akan bergerak usai salat Jumat.



Sumber: Suara Pembaruan