Jokowi Ingin Secepatnya Bertemu Prabowo

Jokowi Ingin Secepatnya Bertemu Prabowo
Presiden RI Joko Widodo (kiri) bersama ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat naik kuda bersama, usai pertemuan tertutup di padepokan Garuda Yaksa, kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. ( Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / YUD Jumat, 24 Mei 2019 | 09:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani mengatakan Presiden Jokowi sejak selesai pemungutan suara 17 April lalu, sudah melakukan komunikasi dengan Prabowo. Namun, kata Arsul, persoalan waktu yang membuat keduanya belum bisa saling bertemu.

"Hanya kemudian belum ketemu soal waktunya. Tentu kami juga memahami bahwa di tempat Pak Prabowo itu banyak juga yang memberi masukan dan tidak semuanya satu sudut pandang,"ujar Arsul di Pos Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Arsul menuturkan bahwa Jokowi mempunyai semangat agar bertemu Prabowo secepatnya. Namun, kata dia, tentunya pertemuan tersebut saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya.

"Hanya tentu bertemu sebagai sesama calon presiden dan kemudian secara bermartabat dan saling menghormati," ungkap dia.

Namun, Arsul menyayangkan pernyataan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang merendahkan niat Jokowi untuk bertemu dengan menyatakan Prabowo diwakilkan saja jika bertemu Jokowi. Padahal, kata dia, Jokowi sebagai petahana dan pemenang pemilu, sudah bersikap rendah hati untuk menginisiatif pertemuan.

"Pak Jokowi saja sebagai seorang capres petahana, menunjukkan sikap rendah hati. Beliau tidak mentang-mentang, jumawa sebagai presiden lalu tidak mau bertemu dengan pihak yang jadi lawan kontestasinya. Tapi kok jawabannya kayak gini (jawaban BPN). Ini kan gak pas. Kami juga ingin teman-teman BPN bisa memelihara iklim kondusifitas dgn statement-statement yang kita saling menghormati," imbuh dia.

Lebih lanjut, Arsul mengatakan TKN mengapresiasi inisiatif Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk bertemu para tokoh bangsa dalam rangka mendinginkan situasi bangsa.

"Tentu kita kalau di TKN ikut senang ketika Pak JK tidak hanya sebagai wapres tapi juga sebagai tokoh bangsa, turut berperan aktif jadi jembatan. Kita sama-sama tunggu seperti apa perkembangannya dalam 1-2 hari ini," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com