Formasi: Jaga Keutuhan Bangsa Pascapemilu 2019

Formasi: Jaga Keutuhan Bangsa Pascapemilu 2019
TNI-Polri Istirahat di Bawaslu ( Foto: BeritaSatu TV )
Yustinus Paat / WM Jumat, 24 Mei 2019 | 12:29 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Beberapa Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Presiden Mahasiswa Indonesia (Formasi) menyerukan keutuhan bangsa pasca pelaksanaan Pemilu 2019. Formasi telah melakukan refleksi bersama dengan kegiatan Dharma Mahasiswa, di Lapangan Banteng, Jakarta pada Rabu (22/08/2019) lalu.

Formasi menilai, pemilu adalah proses demokrasi yang luhur yang di mana harapan dan mimpi baru mulai dirajut. Demokrasi diciptakan untuk melindungi kebebasan dan hak-hak warga negara. Pemilu sesungguhnya harus menjadi ajang refleksi guna mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa yang tertuang dalam UUD 1945. Namun keutuhan bangsa saat ini sedang diuji dengan berbagai macam percobaan pelemahannya.

Presiden BEM Universitas Trisakti Dinno mengatakan, Formasi telah melakukan Dharma Mahasiswa sebagai wadah bertemunya seluruh aliansi mahasiswa untuk menyatukan narasi dalam perjuanganya dan selalu menyeru untuk menjaga keutuhan bangsa serta menjaga semangat reformasi. Menurut Dinno, terlepas dari semua permasalahan pasca pemilu, keutuhan bangsa harus tetap dijaga.

“Kami khawatir, masyarakat akan melakukan tindakan yang melanggar konstitusi. yang disebabkan informasi yang disebarkan oleh oknum tertentu. Karenanya, kami dengan teman-teman segera mendiskusikan hal ini dan memutuskan beberapa hal. Dan terlepas dari semua permasalahanya keutuhan bangsa haruslah tetap dijaga," ujar Dinno, di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Presiden BEM Universitas Paramadina yang tergabung dalam Formasi, Salman. Dirinya berharap kepada semua pihak agar menahan diri dan tidak terprovokasi serta meminta aparat keamanan untuk menindak tegas para provokator yang menyebabkan terjadinya kerusuhan.

“Kami meminta aparat keamanan untuk menindak tegas provokator dibalik kerusuhan yang terjadi, demi terwujudnya ketertiban dan keamanan sesuai dengan hukum yang beraku dan menghormati hak asasi manusia. Berdasarkan hal tersebut, kami menyerukan kepada seluruh entitas masyarakat dan juga elite untuk selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dan menyerukan 5 poin rekomendasi," ungkap Salman.

Berikut ini adalah 5 poin rekomendasi Dharma Mahasiswa yang disampaikan Forum Presidium Mahasiswa di Lapangan Banteng, Jakarta:

Kami Mahasiswa Indonesia dengan ini menyatakan:
1. Mengecam kejadian, aksi rusuh serta tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan maupun massa aksi

2. Meminta TNI dan Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan sesuai hukum yang berlaku dan menghormati Hak Asasi Manusia

3. Mendesak pemerintah untuk segera mencabut dan membubarkan tim asistensi hukum serta meninjau kembali UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan transaksi elektronik. Kami juga mendesak pemerintah untuk mencabut kebijakan dalam membatasi akses sosial media serta mengimbau masyarakat untuk selektif dalam penggunaan sosial media

4. Menolak segala tindakan inkonstitusional yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan intervensi terhadap penyelenggara pemilu serta meminta seluruh lembaga penyelenggara pemilu untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggara yang gugur dan keterbukaan informasi serta mengevaluasi sistem pemilu yang diadakan secara serentak

5. Mengimbau masyarakat dan semua elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan sebangsa dan se-tanah air

 



Sumber: BeritaSatu.com