Ganjar: Pasti Ada Sengkuni di Belakang Kerusuhan 22 Mei

Ganjar: Pasti Ada Sengkuni di Belakang Kerusuhan 22 Mei
Gubernur Ganjar Pranowo (tengah) bersama pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jateng yang terdiri dari TNI/Polri, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik di Semarang, 24 Mei 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Stefy Thenu )
Stefy Tenu / HA Sabtu, 25 Mei 2019 | 01:55 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, bersama pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jateng yang terdiri dari TNI/Polri, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik sepakat untuk mendukung aparat penegak hukum menangkap aktor intelektual kerusuhan 21-22 Mei lalu.

"Hari ini kami berkumpul bersama jajaran Forkompimda Jateng, bersama TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan partai politik untuk menyatakan sikap. Bahwa Jawa Tengah mendukung upaya-upaya mewujudkan situasi aman, damai dan sejuk pasca-pemilu di Indonesia," ungkap Ganjar usai acara Rapat Koordinasi Forkompimda Jateng di Hotel Patra Semarang, Jumat (24/5/2019).

Ada enam butir pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ganjar. Poin utama dari pernyataan sikap itu antara lain menjaga keutuhan NKRI, menciptakan iklim politik nasional yang kondusif, mengobarkan semangat kebersamaan, mendukung para elit politik untuk bersatu, dan mengusut tuntas kerusuhan pasca pemilu.

Ganjar menjelaskan, sebenarnya dunia Internasional sudah mengakui bahwa pemilu di Indonesia berjalan lancar. Meskipun rumit, pelaksanaan pemilu berjalan sesuai yang diharapkan.

Ketika KPU mengumumkan peraih suara terbanyak dalam Pemilu Presiden kali ini adalah pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menempuh jalur ke Mahkamah Konstitusi, maka sebenarnya itu sudah sesuai.

Namun, ternyata di lapangan masih ada yang bergerak melakukan aksi-aksi yang menimbulkan kerusuhan.

"Maka saya menyebut pasti ada Sengkuni-Sengkuni yang berada di belakangnya. Hari ini, kami Forkompimda Jateng mendorong Aparat Penegak Hukum tegas, dengan mengusut dan menangkap provokator dan aktor intelektual kerusuhan pemilu," tegas Ganjar.

Dengan ketegasan itu, maka nantinya akan terkuak satu per satu, siapa yang bermain dalam kerusuhan tersebut.

"Mudah-mudahan dengan sikap tegas itu, akan memberikan pelajaran bagi semuanya," imbuhnya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis. Semua masyarakat harus menghormati hasil pemilu 2019.

"Kepada para elit politik, pimpinan partai politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat, saya harap agar tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang provokatif demi perdamaian bangsa ini," paparnya.

Dia mendukung semua persoalan pemilu diselesaikan melalui jalur konstitusional.

"Masyarakat jangan terprovokasi, ndak usah lagi turun ke jalan. Kalau turun ke jalan, risiko akan semua menanggungnya. Kami semua turut berduka atas meninggalnya korban kemarin. Kami memohon elite politik di Jakarta bertemu, berpelukan dan berfoto bersama demi situasi nasional yang damai," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan