Dinginkan Suasana, Erick-Sandi Bangun Komunikasi

Dinginkan Suasana, Erick-Sandi Bangun Komunikasi
Erick Thohir (tengah) ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / FMB Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir menyatakan dirinya sudah membangun komunikasi secara informal dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno guna meredam suasana politik yang tengah memanas.

"Saya sudah izin kepada Pak Jokowi untuk melakukan komunikasi dua arah dengan Sandi. Ya komunikasinya lewat WhatsApp dan video call. Kami bicara banyak hal, termasuk mencari win win solution atas kondisi ini dan beliau sangat welcome. Kami ini kan kawan lama. Silahturahmi tetap perlu terjagalah," ujarnya di Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019) malam sekaligus membantah adanya tawaran politik sebagai bentuk kompromi dalam proses komunikasi tersebut.

Erick juga menilai pertemuan antara Ketua Dewan Pengarah TKN sekaligus wakil presiden, Jusuf Kalla dengan calon presiden Prabowo Subianto pada Kamis (23/5/2019) sesuatu yang sangat baik sebagai langkah awal dalam meredam situasi politik belakangan ini usai Pilpres 2019, apalagi hal itu mencerminkan sikap JK sebagai elite politik senior yang sangat dihormati oleh berbagai macam golongan.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan, pertemuan antara JK dan Prabowo merupakan silaturahmi antara elite politik yang sangat disegani. Komunikasi keduanya diharapkan dapat menyelesaikan perbedaan-perbedaan selama masa Pemilu 2019.

"Kami semua menyambut baik pertemuan ini dan sudah saatnya para tokoh atau elite politik menyingkirkan kepentingan dan ego pribadi. Elite diharapkan mengutamakan bagaimana menjaga, serta membangun Indonesia ke depan. Ketika komunikasi terbuka antara Pak JK dan Pak Prabowo, saya rasa ini hal yang sehat, karena ini yang namanya perbedaan itu hal yang lumrah selama diselesaikan secara baik-baik," ungkapnya.

Dia mengingatkan, Presiden Joko Widodo telah menegaskan sikapnya untuk bekerja sama dengan siapa pun dalam membangun bangsa ke depan. Sikap ini sudah semestinya disambut siapa pun.

"Itu kan salah satu statement yang menurut saya luar biasa. Ini harus disambut secara positif, tetapi tentu aturannya harus sesuai," tutup Erick.



Sumber: Suara Pembaruan