40 Negara dan Tiga Organisasi Internasional Ucapkan Selamat untuk Jokowi

40 Negara dan Tiga Organisasi Internasional Ucapkan Selamat untuk Jokowi
Presiden Joko Widodo didampingi (dari kiri) Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat memberikan keterangan pers, Rabu, 22 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay )
Carlos KY Paath / JAS Senin, 27 Mei 2019 | 17:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pelaksanaan Pemilu 2019 diapresiasi negara-negara sahabat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan selamat dari 40 kepala negara dan tiga organisasi internasional.

Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi. Retno menuturkan, apresiasi terhadap Indonesia, dimulai sejak awal proses penghitungan suara Pemilu.

“Pada saat pengumuman (hasil), sejumlah lagi kepala negara menyampaikan selamat kepada presiden. Sejauh ini, per hari ini, per detik ini sudah ada 40 negara plus tiga organisasi internasional menyampaikan ucapan selamat,” ungkap Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Menurut Retno, para kepala negara ada yang langsung menelepon Presiden Jokowi. Selain itu, ada yang melalui media sosial seperti Twitter. Meski begitu, lanjut Retno, masih cukup banyak yang menggunakan cara tradisional. “Tradisinya kalau kita diplomatik itu bersurat melalui saluran diplomatik. Waktunya pasti juga akan memakan waktu yang cukup lama,” ucap Retno.

Retno mengungkap, Presiden Timor Leste juga ingin berbincang dengan Presiden Jokowi. Sementara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan selamat lewat surat secara resmi. “Presiden Trump juga sudah bersurat kepada Bapak. PM (perdana menteri) Inggris waktu itu menelepon,” ungkap Retno.

Retno menuturkan, perkembangan teknologi tak menghilangkan ucapan selamat melalui saluran diplomatik. Retno memperkirakan, apresiasi akan bertambah setiap harinya. “Saya perkirakan setiap hari akan bertambah, karena surat-surat melalui saluran diplomatik akan (sampai),” kata Retno.



Sumber: Suara Pembaruan