OTT Pejabat Imigrasi di NTB Terkait Izin Tinggal Warga Negara Asing

OTT Pejabat Imigrasi di NTB Terkait Izin Tinggal Warga Negara Asing
Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (kedua kiri), Saut Situmorang (keempat kanan), dan Basaria Panjaitan (ketiga kanan), serta istri Novel Baswedan, Rina Emilda (kempat kiri), menghadiri doa bersama untuk Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 20 Juli 2017. ( Foto: Antara/Reno Esnir )
Fana Suparman / AMA Selasa, 28 Mei 2019 | 12:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap delapan orang termasuk pejabat dan penyidik Imigrasi dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (27/5/2019) malam. Para pihak tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap. Diduga, pejabat imigrasi itu menerima suap terkait izin tinggal warga negara asing (WNA) di NTB.

"Kami menindaklanjuti informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan pemberian uang pada pejabat Imigrasi setempat terkait dg izin tinggal WNA di sana," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif saat dikonfirmasi, Selasa (28/5/2019).

Tak hanya membekuk para pihak yang diduga terlibat dalam transaksi suap, dalam OTT ini, tim Satgas KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah. Diduga uang tersebut merupakan barang bukti suap kepada pejabat imigrasi. "Diamankan uang ratusan juta yang diduga merupakan barang bukti suap untuk mengurus perkara di imigrasi tersebut," katanya.

Para pihak yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan awal di Mapolda NTB. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status perkara maupun status hukum para pihak yang dibekuk.

"Sesuai hukum acara, KPK diberikan waktu 24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan. Informasi lebih lengkap akan disampaikan saat konferensi pers di KPK," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan