Saiful Mujani Bicara Polarisasi dan Peran Partai Nasionalis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Saiful Mujani Bicara Polarisasi dan Peran Partai Nasionalis

Kamis, 30 Mei 2019 | 19:34 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Pakar politik Saiful Mujani menilai bahwa polarisasi warga akibat Pemilu 2019 teramat dalam. Banyak pihak yang cemas dengan masa depan Indonesia akibat polarisasi tersebut.

“Tapi polarisasi itu tidak efektif mengubah peta kekuatan politik nasional secara formal. Jokowi (Joko Widodo) yang difitnah anti-Islam masih menang dengan suara lebih baik dibanding 2014,” kata Saiful sebagaiamana catatan yang diterima Beritasatu.com, Kamis (30/5).

Saiful Mujani mengungkap, peta kekuatan partai politik (parpol) juga tidak banyak berubah. Partai-partai nasionalis masih dominan dan berada di posisi atas. Misalnya seperti PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Demokrat. “Apakah Gerindra tak lagi nasionalis? Rasanya masih bersemangat nasionalis. Secara formal setidaknya tak beda dengan partai-partai nasionalis lain. Bahkan PKB yang berbasis Islam NU, dalam polarisasi itu kental sejalan dengan partai-partai nasionalis juga,” ujar Saiful Mujani.

Menurut Saiful Mujani, dikotomi nasionalis dan Islam dalam tradisi politik di Indonesia memang kurang ketat. Tetapi, lanjut Saiful, partai nasionalis bisa diartikan positif sebagai sifat partai yang inklusif secara suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Partai yang tidak mempunyai agenda Islam eksklusif dengan mendiskriminasi kalangan non-muslim. Saiful menuturkan, PAN pada dasarnya juga sama dengan partai nasionalis lain. Hanya saja elite PAN sekarang, banyak yang beretorika ekskusif terutama dalam kontestasi pilpres. “Hal ini misalnya bisa terlihat lebih jelas dalam perubahan retorika Amien Rais. Tapi dengan itu PAN juga tidak mengalami kemajuan secara politik elektoral,” ucap Saiful Mujani.

Sementara PPP, menurut Saiful, tradisinya lebih eksklusif untuk politik Islam. “Pada Pemilu kali ini, PPP merosot tajam, hampir saja hilang dari Senayan. Polarisasi itu tak membantu PPP,” demikian Saiful Mujani.

Sedangkan PKS, Saiful mengatakan, mungkin menjadi partai yang paling eksklusif. “Dalam sejarahnya, ketika amendemen UUD, PK (sebelum PKS) waktu itu ingin menghadirkan konsep Piagam Madinah untuk Indonesia. Tapi tidak didengar kekuatan mayoritas MPR. Apakah polarisasi itu nguntungkan PKS? Tidak,” tegas Saiful Mujani.

Saiful menjelaskan, PKS tak mampu menurunkan kekuatan nasionalis. Suara PKS memang mengalami peningkatan, tapi sebagian karena pendukung PPP menurun. Dengan begitu, Saiful menegaskan, peta politik nasional pada dasarnya stabil. “Kekuatan nasionalis atau pluralis masih dominan. Polarisasi itu sia-sia, hanya makan korban nyawa dan kerusakan harta benda. Bikin investor takut. Bikin ekonomi grogi. Politiknya sendiri masih ajeg. Setidaknya secara formal,” tukas Saiful Mujani.

Namun menurut Saiful, polarisasi itu masih mencemaskan. Pengalaman sebelumnya, partai-partai nasionalis terlalu oportunis. “Mereka tak ragu menerima agenda politik Islam seperti perda syariah yang diskriminatif karena desakan gerakan Islamis dan takut kehilangan masa pemilih," kata Saiful Mujani.

Hal tersebut menjadi pekerjaan besar partai-partai nasionalis. “Kalau partai nasionalis terlalu oportunis, mereka sebenarnya perusak Indonesia yang inklusif dan pluralis tanpa Indonesia punya partai-partai yang formal sebagai partai Islam,” kata Saiful Mujani.

Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tersebut menyatakan, langkah-langkah dari partai nasionalis untuk Indonesia sepatutnya ditunggu. “Apakah memperkuat nasionalisme kita seperti ditegaskan dalam konstitusi dan oleh founding fathers kita, atau Indonesia semacam itu akan lanyap, menjadi seperti Aceh sekarang? Waktu yang akan menjawab,” ungkap Saiful Mujani.

Saiful pun menyebut, secara politik kultural, Indonesia sudah cukup kaya. Eksperimen politik Islam sedang jalan di Aceh. Eksperimen nasionalisme demokrasi yang inklusif juga sedang berjalan di kebanyakan wilayah lain. "Tinggal nilai saja hasilnya, mana lebih baik. Lalu mau niru yang mana?,” pungkas Saiful Mujani.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Respons Loyalis AHY terhadap Yusril, Ini Pandangan Pengamat

Serangan terhadap pribadi Yusril dianggap tidak pantas dan seolah ingin membatasi ruang gerak Yusril selaku kuasa hukum.

POLITIK | 27 September 2021

Pemerintah Usulkan Pemungutan Suara Pemilu 2024 Tanggal 15 Mei

Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk mengusulkan tanggal 15 Mei 2024 sebagai hari pemungutan suara Pemilu 2024.

POLITIK | 27 September 2021

Tak Masalah Perwira TNI-Polri Jabat Penjabat Kepala Daerah, Dasco: Dikomunikasikan

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tak mempermasalahkan wacana menempatkan perwira tinggi TNI-Polri sebagai penjabat kepala daerah.

POLITIK | 27 September 2021

Lodewijk Gantikan Azis Syamsuddin Sebagai Wakil Ketua DPR, Adies Jabat Waketum

Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus menggantikan Azis Syamsuddin sebagai wakil ketua DPR.

POLITIK | 27 September 2021

Soal Pengganti Azis Syamsuddin, Pimpinan DPR Belum Terima Surat dari Golkar

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima surat soal penggantian Azis Syamsudin sebagai pimpinan dewan.

NASIONAL | 27 September 2021

Lodewijk Calon Terkuat Gantikan Azis Syamsudin Jadi Wakil Ketua DPR

Selain Lodewijk, beberapa nama lain disebut-sebut sebagai calon pengganti Azis Syamsuddin, di antaranya adalah Ahmad Doli Kurnia dan Adies Kadir.

POLITIK | 27 September 2021

Reshuffle Kabinet Diprediksi Bulan Depan

Politikus senior PKB Jazilul Fawaid mengakui bahwa hingga saat ini, pihaknya belum membaca ada ‘kode’ bahwa reshuffle kabinet segera terjadi.

POLITIK | 27 September 2021

Indeks Efektivitas Pemerintah Naik, KSP Tegaskan Tak Boleh Ada Lagi Pungli

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menegaskan, tidak boleh ada lagi pungutan liar (pungli), perizinan berbelit-berbelit, dll.

POLITIK | 27 September 2021

Diapresiasi, Gaya Komunikasi Politik Airlangga Hartarto

Gaya komunikasi politik Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menuai apresiasi.

POLITIK | 26 September 2021

Presiden Jokowi Ajak Karang Taruna Perangi Ideologi Radikal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kader Karang Taruna memerangi ideologi radikal.

POLITIK | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Piala Sudirman 2021: Indonesia Tundukkan Kanada 3-2

Piala Sudirman 2021: Indonesia Tundukkan Kanada 3-2

OLAHRAGA | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings