Mega dan SBY Tunjukkan bahwa Kemanusiaan di Atas Politik

Mega dan SBY Tunjukkan bahwa Kemanusiaan di Atas Politik
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pemakaman ibu negara Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu 2 Juni 2019. ( Foto: Antara Foto / Olhe )
Carlos KY Paath / FMB Minggu, 9 Juni 2019 | 09:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menunjukkan suri teladan. Hal tersebut terkait kehadiran Megawati dalam pemakaman Istri Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono.

"Saya kira kita juga patut mengambil suri teladan dari yang ditunjukkan oleh Ibu Mega pada saat menghadiri pemakaman kenegaraan ibu negara almarhumah Ani Yudhoyono. Ibu Mega memberikan suri teladan bahwa urusan politik harus dibedakan dengan urusan kemanusiaan," kata Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.

Hal itu disampaikan Basarah dalam acara Halalbihalal yang dirangkai dengan kegiatan Peringatan 118 Tahun Lahirnya Proklamator sekaligus Presiden Pertama RI Sukarno, dan Haul ke-6 Wafatnya mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas di Kantor PA GMNI, Jakarta, Sabtu (8/6/2019).

"Meski Pak SBY pada Pemilu 2019 sebagai Ketum Partai Demokrat (PD) menjadi pendukung Pak Prabowo- Sandi, tidak membuat Ibu Mega tidak memberikan simpati, empati, rasa kemanusiaan pada dukacita yang dialami pada keluarga Bapak Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Basarah.

Basarah pun menyebut, "Dengan pemahaman yang utuh bahwa urusan politik dan urusan kemanusiaan harus dipisahkan, Ibu Mega datang bukan hanya secara simbolik menggunakan baju hitam sebagai tanda dukacita, tetapi juga memberikan semangat kepada Pak SBY dan keluarga atas berpulangnya Ibu Hj Ani Yudhoyono."

Basarah menyatakan, seluruh pihak juga perlu mengapresiasi respons keluarga SBY. Misalnya kehadiran dua putra SBY yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) pada acara Idulfitri hari pertama di kediaman Megawati.

"Kita patut berbahagia keluarga Pak SBY merespons dengan baik, karena pada acara Idulfitri yang pertama, putra beliau, AHY dan Ibas bersama para istri datang berkunjung bersilaturahmi ke rumah Ibu Mega," ungkap Basarah.

Menurut Wakil Sekjen PDIP tersebut, keluarga Megawati dan SBY memberikan contoh positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. "Harapannya adalah para elite politik yang lain juga memberikan suri teladan yang sama kepada masyarakat luas. Memberikan contoh yang baik," ucap Megawati.

Mengenai kemungkinan PD bergabung mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Basarah, PDIP sebagai partai nasionalis tentu ingin bekerja sama dengan semua kekuatan bangsa Indonesia.

Apalagi, lanjut Basarah, partai-partai yang mempunyai perwakilan di parlemen. "Tetapi mengenai cara dan pola kerja sama politik terkait kabinet itu keputusan final ada di presiden terpilih selaku pemegang hak prerogatif. PDIP menyerahkan kepada presiden terpilih yang akan ditetapkan MPR pada 20 Oktober," ungkap Basarah.

Ketum PA GMNI itu juga menyebut, "Selama ini PDIP sudah kerja sama dengan Partai Demokrat. Kerja sama pemilihan gubernur, bupati, wali kota dalam hal mengusung pasangan calon. Jadi kerja sama dengan PD bukan hal yang baru bagi PDIP." 



Sumber: Suara Pembaruan