Soal Pembubaran Koalisi, PKS: Bukan Usulan Bijak

Soal Pembubaran Koalisi, PKS: Bukan Usulan Bijak
Prabowo Subianto ( Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso )
Yustinus Paat / YUD Senin, 10 Juni 2019 | 07:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai usulan Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik soal pembubaran koalisi capres dan cawapres tidak bijak. Menurut Mardani, usulan pembubaran koalisi saat ini juga sulit dilakukan.

"Usulan pembubaran (koalisi) untuk menurunkan tensi politik kurang bijak," ujar Mardani di Jakarta, Minggu (9/6).

Mardani menilai pembubaran koalisi bakal menyulitkan pengambilan keputusan. Menurut dia, koalisi sebenarnya tidak menjadi masalah, yang terpenting bisa bersaing secara sehat dan menghargai lawan politik.

"Biarkan ini jadi pembelajaran bersama dengan syarat semua mengedepankan akhlaq politik yang dewasa," tandas dia.

Dia mencontohkan bagaimana persaingan kubu Calon Presiden Amerika Serikat McCain dengan kubu Capres Barrack Obama saat Pemilu AS. Keduanya bersaing secara sehat sehingga Mc Cain pernah mengoreksi pernyataan seorang pendukungnya yang mencap Barrack Obama sebagai bukan orang Amerika.

"Sikap McCain jelas dengan menyebutkan Obama orang Amerika yang baik dan kompetitor dirinya dalam mencintai Amerika. Jadi, kita bisa bersaing dan tetap saling menghormati kompetitor," ungkap dia.

Menurut Mardani, yang terpenting adalah kualitas kepemimpinan dan hal tersebut masih kurang di Indonesia. Kualitas pemimpin inilah yang akan menentukan kualitas kompetisi demokrasi.

"Kapasitas dan kualitas kepemimpinan menentukan kualitas kompetisi Demokrasi. Karena itu, PKS insya Allah istiqomah bersama Koalisi Adil Makmur," pungkas dia.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik melalui akun Twitter-nya meminta Capres Nomor Urut 01 Joko Widodo dan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto membubarkan koalisi partai politik pendukungnya masing-masing. Manurut Rachland, pembubaran koalisi bisa menurunkan tensi politik di akar rumput pasca Pilpres 2019.

"Sekali lagi, Pak @jokowi dan Pak @prabowo, bertindaklah benar. Dalam situasi ini, perhatian utama perlu diberikan pada upaya menurunkan tensi politik darah tinggi di akar rumput," tulis Rachland, Minggu (9/6).

Menurut Rachland, peran partai koalisi tidak terlalu penting dalam proses sengketa hasil di MK sehingga pembubaran koalisi tidak akan berpengaruh terhadap sengketa hasil Pilpres di MK.

"Membubarkan koalisi lebih cepat adalah resep yang patut dicoba. Gugatan di MK tak perlu peran partai. Siapa pun nanti yang setelah sidang MK menjadi Presiden terpilih, dipersilakan memilih sendiri para pembantunya di kabinet," ungkap dia.



Sumber: BeritaSatu.com