Menhan : Jika Nanti Rusuh Lagi, Ditindak Jangan Marah

Menhan : Jika Nanti Rusuh Lagi, Ditindak Jangan Marah
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Robertus Wardi / MPA Rabu, 12 Juni 2019 | 19:07 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan setiap masyarakat yang ingin melakukan unjuk rasa saat sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini menegaskan jika rusuh lagi, aparat keamanan akan bertindak. Jika dilakukan penindakan tidak boleh marah karena sudah diingatkan untuk tidak membuat rusuh.

“Mulai sekarang kita ingatkan, nanti saya ingatkan, polisi mengingatkan, nanti kalau begini, hukum begini. Sudah diingatkan. Kalau terjadi hukum ya jangan marah, gitu,” kata Ryamizard dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (12/6).

Ia menjelaskan aparat akan bertindak profesional dalam menanggani aksi unjuk rasa. Aparat akan berpegang pada hukum dan aturan yang berlaku.

Dia mengaku belum menerima informasi terkait adanya aksi atau gerakan yang akan menganggu persidangan di MK tersebut. Dia berharap tidak ada lagi aksi kerusuhan seperti pada 21-22 Mei lalu.

Prabowo Subianto sendiri telah meminta pendukungnya untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa di Mahkamah Konstitusi. Prabowo mengimbau agar para pengikutnya untuk mempercayai para Hakim di MK. "Mari kita berpikir untuk bangsa dan negara," tegasnya.

Ryamizard melanjutkan, “Belum ada. Kemarin ditakutkan Lebaran ini kan ada unjuk rasa, kita tunggu aja. Tapi kelihatan enggak ada.
Dia meyakini situasi akan aman-aman saja. TNI dan Polisi akan tetap solid untuk mengamankan situasi dan keamanan negara.

“Situasi keamanan sekarang baik. Diharapkan sampai jelang tanggal 14 Juni (sidang perdana MK, Red) juga baik. Kita tidak ingin polisi ini rusak, tidak ingin Tentara ini rusak. Karena mereka ini adalah yang menjaga persatuan dan kesatuan republik ini. Yang merusak pasti ada, radikal-radikal itu, yang enggak suka Pancasila. Pasti itu,” tutup Ryamizard.



Sumber: Suara Pembaruan