Ketua MK: Siapapun Presidennya adalah Presiden Kita Semua

Ketua MK: Siapapun Presidennya adalah Presiden Kita Semua
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / FER Rabu, 12 Juni 2019 | 19:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, mengatakan, siapapun presiden dan wakil presiden yang terpilih merupakan presiden dan wakil presiden seluruh rakyat Indonesia. Semua pihak yang berperkara terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres di MK, akan diperlakukan secara adil dan setara.

"Siapapun presidennya nanti kan presiden kita semua. Apakah 01 yang jadi presiden atau 02 yang menjadi presiden, maka dia akan menjadi presiden kita semua," ujar Anwar Usman di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (12/6).

Dalam konteks ini, kata Anwar, MK mengadili dan memutuskan PHPU Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi tidak hanya sebatas untuk memastikan siapa presiden dan wakil presiden Indonesia mendatang. Namun, menurut dia, lebih pada eksistensi NKRI yang tetap solid dan bersatu.

"Jadi saya akan berdoa kepada Allah SWT, mudah-mudahan bukan hanya siapa yang akan menjadi presiden. Bukan hanya sekedar itu. Tetapi, NKRI ini tetap (ada) dan bersatu," tandas Anwar.

Anwar menegaskan, MK akan mengadili dan memutuskan sengketa PHPU Pilpres secara netral dan independen. Pasalnya, MK tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun dan tidak bisa diintervensi termasuk oleh tekanan massa.

"Enggak akan bisa dipengaruhi oleh siapapun. Kan saya sudah mengatakan, kami bersembilan hanya tunduk pada konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan konstitusi. Dan hanya takut kepada Allah SWT. Tuhan yang maha kuasa itu," ungkap Anwar.

Terkait perbaikan permohonan dari Prabowo-Sandi, Anwar enggan memberikan komentar terlalu jauh. Dia hanya mengajak publik untuk mengikuti sidang PHPU Pilpres agar mengetahui sikap MK terhadap perbaikan tersebut.

"Itu kan sudah diregister permohonannya dan sudah dilampirkan. Ya kita nanti lihat di sidang saja," pungkas Anwar.



Sumber: BeritaSatu.com