Prabowo-Sandi Pertanyakan Sumbangan Dana Kampanye Jokowi-Ma'ruf

Prabowo-Sandi Pertanyakan Sumbangan Dana Kampanye Jokowi-Ma'ruf
Ketua Tim Hukum BPN, Bambang Widjojanto (dua kiri), bersama tim advokasiĀ BPN Denny Indrayana (dua kanan), saat pengajuan perbaikan permohonan sengketa hasil Pilpres 2019 di gedung MK, Jakarta, Senin 10 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / CAH Kamis, 13 Juni 2019 | 09:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan sumbangan dana kampanye Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dalam perbaikan permohonan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Prabowo-Sandi menilai Jokowi-Ma'ruf cacat secara materil karena penggunaan dana yang absurd dan melanggar hukum.

Dalam perbaikan permohonan yang ditandatangani oleh Ketua Tim Kuasa Hukum Bambang Widjojanto, disebutkan tiga persoalan dana kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Pertama, Bambang pertanyakan sumbangan pribadi Capres 01 Jokowi dalam bentuk uang sebesar Rp 19.508.272.030 sebagaimana tercantum dalam Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) tertanggal 25 April 2019.

Sementara, kata Bambang, dalam LHKPN yang diumumkan KPU pada tanggal 12 April 2019, kas dan setara kas yang dimiliki Jokowi sebesar Rp 6.109.234.704.

"Bahwa dalam waktu 13 hari menjadi janggal ketika Kas dan Setara Kas di dalam Harta Kekayaan pribadi Joko Widodo berdasarkan LHKPN hanya berjumlah Rp 6 miliar-an tertanggal 12 April 2019 mampu menyumbang ke rekening kampanye Rp 19 miliar-an pada tanggal 25 April 2019. Jadi, bertambah Rp 13 miliar dalam waktu 13 hari," kata Bambang sebagaimana dikutip dari perbaikan permohonan.

Persoalan kedua, lanjut Bambang, berdasarkan LPSDK Jokowi-Ma'ruf tertanggal 25 April 2019 ditemukan adanya sumbangan dari Perkumpulan Golfer TRG sebesar Rp 18.197.500.000 dan Perkumpulan Golfer TBIG sebesar Rp 19.724.404.138. Prabowo-Sandi kemudian merujuk pada hasil rilis dan analisis ICW yang menduga bahwa Golfer RTG dan Golfer TBIG adalah 2 perusahaan milik Wahyu Sakti Trenggono (Bendaraha TKN Jokowi-Ma’ruf) yakni PT Tower Bersama Infrastructure, TBK dan Teknolgi Riset Global Investama.

"ICW dalam analisisnya patut menduga sumbangan melalui sumber “kelompok” perusahaan Golfer bertujuan untuk mengakomodasi penyumbang yang tidak ingin diketahui identitasnya, mengakomodasi penyumbang perseorangan yang melebihi batas dana kampanye Rp 2.500.000.000 dan teknik pemecahan sumbangan dan penyamaran sumber asli dana kampanye diduga umum terjadi dalam Pemilu," jelas Bambang.

Persoalan ketiga, kata Bambang, pihaknya menemukan adanya dugaan sumber fiktif dari penyumbang dana kampanye Jokowi-Ma’ruf, yakni dari kelompok Wanita Tangguh Pertiwi, Arisan Wanita Sari Jateng dan Pengusaha Muda Semarang.

Berikut identitas tiga kelompok penyumbang dana kampanye tersebut:

1. Kelompok Wanita Tangguh Pertiwi
- Jumlah sumbangan: Rp 5.000.000.000
- Alamat: Jalan Guntur 29, Semarang
- NPWP: 72.591.577.1 -503.000
- Nomor Identitas: 3374094503790005

2. Kelompok Arisan Wanita Sari Jateng
- Jumlah sumbangan: Rp 15.768.180.000
- Alamat: Jalan Guntur 29, Semarang
- NPWP: 72.591.577.1 -503.000
- Nomor Identitas: 3374094503790005

3. Pengusaha Muda Semarang
- Jumlah sumbangan: Rp 13.195.700.000
- Alamat: Jalan Guntur 29, Semarang
- NPWP: 72.591.577.1 -503.000
- Nomor Identitas: 3374092210780003

Menurut Bambang, dari tiga kelompol tersebut sudah sangat jelas adanya kecurangan, yakni dugaan menyamarkan sumber asli dana kampanye yang bertujuan memecah sumbangan agar tidak melebih batas dana kampanye dari kelompok sebesar Rp 25.000.000.000. Pada fakta sumbangan dari Kelompok dengan pimpinan yang sama (buktinya NPWP dan alamat sama) sebesar Rp 33.963.880.000 sudah melebihi batas sumbangan dana kampanye berasal dari kelompok sebesar Rp 25.000.000.000.

"Bahwa dengan NIK yang berbeda padahal Nomor NPWP yang sama patut diduga ada ketidakjelasan dari penyumbang dana kampanye dari sumbangan Rp 33.963.880.000 tersebut," pungkas Bambang. (YUS)



Sumber: BeritaSatu.com