Kubu Prabowo: Jokowi Menang 55,50% Karena DPT Siluman

Kubu Prabowo: Jokowi Menang 55,50% Karena DPT Siluman
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: AFP )
Yustinus Paat / WBP Kamis, 13 Juni 2019 | 12:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai bahwa pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menang dengan perolehan suara 55,50 persen karena adanya daftar pemilih tetap (DPT) siluman. Hal ini diungkapkan dalam perbaikan permohonan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres ke Mahkamah Konstitusi oleh kubu Prabowo-Sandi.

Dalam poin 220 perbaikan permohonan tersebut, dinyatakan bahwa DPT siluman merupakan hasil penjumlahan DPT tidak wajar dan daftar pemilih khusus (DPK) yang tidak wajar pada pemungutan suara, 17 April 2019 lalu.

Menurut Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, sebagaimana dikutip dalam permohonan tersebut, kubu Prabowo-Sandi sudah menyampaikan secara resmi kepada KPU sebagai termohon soal DPT tidak wajar yang jumlahnya mencapai 17,5 juta. "Termohon (KPU) tidak pernah mampu menjelaskan kebenaran informasi yang diajukan Pemohon (Prabowo-Sandi). Termohon justru pada tanggal 17 April 2019 pada hari H pemungutan suara menambahkan adanya sebanyak 5,7 juta ke dalam Daftar Pemilih Khusus atau DPK," kata Bambang Widjojanto, Rabu (12/6/2019).

Menurut Bambang Widjojanto, penambahan jumlah pemilih tersebut sangat tidak wajar dan tidak dapat diklarifikasi. Padahal sudah ada DPT siluman yang disebut sebagai DPT tidak wajar sebelumnya yang dipersoalkan oleh Prabowo-Sandi. "Yang sangat menarik, jika dilakukan penjumlahan atas DPT dan DPK tidak wajar maka jumlahnya sama dengan dan atau mendekati DPT siluman yang jumlahnya sebesar 22.034.193 dan berkolerasi dengan kecurangan yang tidak terbatas hanya dengan penggelembungan suara yang menguntungkan paslon 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin," jelas Bambang Widjojanto.

Dalam hitungan versi KPU, paslon Jokowi-Ma'ruf mendapatkan suara sebesar 85.607.362 atau 55,50 persen. Sementara Prabowo-Sandi hanya mendapatkan 68.650.239 suara atau 44,50 persen dengan total jumlah suara sah 154.257.601 (100,00 persen).

Menurut Prabowo-Sandi, perhitungan KPU salah dan terjadi penambahan DPT (penggelembungan suara) karena adanya DPT siluman. Jika suara sah versi KPU dikurangi DPT siluman (154.257.601 - 22.034.193), maka diperoleh angka suara sah (versi Prabowo-Sandi) sebanyak 132.223.408 suara. Begitu juga jika suara paslon Jokowi-Ma'ruf dikurangi DPT siluman (85.607.362 - 22.034.193), maka perolehan suara Jokowi-Ma'ruf menjadi 63.573.169 suara.

Karena itu, perhitungan suara yang benar menurut Prabowo-Sandi adalah paslon 01 Jokowi-Ma'ruf sebesar 63.573.169 suara (48 persen) dan paslon 02 Prabowo-Sandi sebesar 68.650.239 suara (52 persen). Total jumlah suara sah 132.223.408.

Dalam perbaikan permohonan tersebut, pada poin 216, Prabowo-Sandi juga mengungkapkan hasil penghitungan suara versi Prabowo-Sandi berdasarkan formulir C1 yang dimilikinya. Formulir C ini dikumpulkan baik oleh BPN sendiri, relawan yang dikordinasikannya, maupun dokumen yang berasal dari Bawaslu.

Berikut ini perolehan suara versi Prabowo-Sabdi:

Aceh
Paslon 01: 294.658
Paslon 02: 2.400.746

Sumut
Paslon 01: 3.092.996
Paslon 02: 3.587.786

Sumbar
Paslon 01: 235.713
Paslon 02: 2.488.733

Riau
Paslon 01: 1.144.803
Paslon 02: 1.975.287

Jambi
Paslon 01: 520.465
Paslon 02: 1.203.025

Sumsel
Paslon 01: -
Paslon 02: 2.877.781

Bengkulu
Paslon 01: 179.874
Paslon 02: 585.999

Lampung
Paslon 01: 2.642.451
Paslon 02: 1.955.689

Bangka Belitung
Paslon 01: 390.510
Paslon 02: 288.235

Kepulauan Riau
Paslon 01: 295.553
Paslon 02: 465.511

DKI Jakarta
Paslon 01: 1.990.992
Paslon 02: 3.066.137

Jabar
Paslon 01: 7.666.703
Paslon 02: 16.077.446

Jateng
Paslon 01: 14.023.310
Paslon 02: 4.944.447

DIY
Paslon 01: 1.397.172
Paslon 02: 742.481

Jatim
Paslon 01: 12.034677
Paslon 02: 8.441.247

Banten
Paslon 01: 2.303.951
Paslon 02: 4.059.514

Bali
Paslon 01: 1.907.339
Paslon 02: 213.415

NTB
Paslon 01: 810.566
Paslon 02: 2.011.319

NTT
Paslon 01: 2.368.982
Paslon 02: 305.587

Kalbar
Paslon 01: 831.914
Paslon 02: 1.236.757

Kalteng
Paslon 01: 325.805
Paslon 02: 537.138

Kalsel
Paslon 01: 71.920
Paslon 02: 1.407.163

Kaltim
Paslon 01: 1.057.886
Paslon 02: 870.443

Kaltara
Paslon 01: 142.693
Paslon 02: 106.162

Sulut
Paslon 01: 1.106.166
Paslon 02: 359.685

Sulteng
Paslon 01: 832.295
Paslon 02: 706.654

Sulsel
Paslon 01: 246.598
Paslon 02: 2.809.393

Sultra
Paslon 01: 528.086
Paslon 02: 842.117

Gorontalo
Paslon 01: 369.803
Paslon 02: 345.129

Sulbar
Paslon 01: 450.750
Paslon 02: 263.620

Maluku
Paslon 01: 599.457
Paslon 02: 392.940

Malut
Paslon 01: 64.174
Paslon 02: 344.823

Papua
Paslon 01: 3.710.361
Paslon 02: 311.352

Papua Barat
Paslon 01: 380.265
Paslon 02: 128.732

Luar Negeri
Paslon 01: 570.534
Paslon 02: 207.746

Jumlah
- Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf: 63.573.169 suara (48 persen)
- Paslon 02 Prabowo-Sandi: 68.650.239 suara (52 persen)
- Total suara sah: 132.223.408



Sumber: BeritaSatu.com