Wiranto : Belum Ada Rencana Membatasi Sosmed

Wiranto : Belum Ada Rencana Membatasi  Sosmed
Wiranto. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / MPA Kamis, 13 Juni 2019 | 18:50 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan belum ada rencana pemerintah ‎membatasi komunikasi di Sosial-Media (Sosmed) sebagaimana terjadi pada kerusuhan tanggal 21-22 Mei lalu.

Pemerintah akan melihat perkembangan situasi yang terjadi. Jika memang bisa mengganggu keamanan negara seperti pada kerusuhan 21-22 Mei lalu, pilihan membatasi komunikasi di Sosmed bisa dilakukan kembali.

"Pembatasan media sosial (Medsos) itu kemarin (21-22 Mei, Red) dilakukan karena lalu lintas di Medsos sudah dianggap terlalu membahayakan keamanan nasional," kata Wiranto di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Ia menjelaskan dalam kasus pembatasan tanggal 21-22 Mei lalu, lalu lintas komunikasi dan pembicaraan menjadi liar. Kemudian komunikasi yang muncul lebih banyak membangun opini publik yang melahirkan kekacauan. Kondisi itu tidak membantu keamanan tapi justru menambah beban keamanan dan kepentingan negara.

Dia menegaskan pembatasan pada 21-22 Mei lalu sudah selesai. Pemerintah sudah mencabut pembatasan komunikasi berbagai fitur di Sosmed. Setelah itu, pemerintah tidak melakukan pembatasan lagi. Namun jika kedepan memang terjadi kekacauan percakapan di Sosmed seperti tanggal 21-22 Mei lalu, bisa saja pemerintah melakukan pembatasan kembali.

"Saya sudah berjanji kalau keadaannya cukup aman, tidak ada kegiatan Medsos yang ekstrim ya tidak akan diapa-apain, ngapain cari kerjaan seperti itu (pembatasan, Red) dan kemudian merugikan kepentingan masyarakat. Enggak mungkin," tutup Wiranto.



Sumber: Suara Pembaruan