Wiranto Mengaku Belum Baca Surat dari Kivlan‎ Zen

Wiranto Mengaku Belum Baca Surat dari Kivlan‎ Zen
Wiranto. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / FER Kamis, 13 Juni 2019 | 19:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, mengaku belum membaca surat dari tersangka Kivlan Zen, ‎yang meminta perlindungan hukum. Wiranto juga belum tahu apakah surat dari Kivlan itu memang ada atau tidak.

‎"Saya belum baca ya. Belum tahu, (suratnya) belum sampai ke saya," kata Wiranto di Kementerian Polhukam, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Sebelumnya, melalui pengacaranya, Kivlan mengajukan perlindungan hukum ke Wiranto selaku Menko Polhukam dan Ryamizard Ryacudu selaku Menteri Pertahanan (Menhan). Ryamizard telah mengatakan pula belum membaca surat dari Kivlan tersebut.

Saat ini, Kivlan telah ditahan Polri karena telah menjadi tersangka dengan tuduhan melakukan permufakatan jahat untuk melakukan pembunuhan perencana terhadap empat tokoh nasional dan satu direktur lembaga survei.

Wiranto menyebut siapa pun dia dan apa pun kasusnya, biarkan proses hukum yang bekerja. Apalagi sudah disepakati bahwa semua pelaku kerusuhan tanggal 21-22 Mei lalu, harus ditindak tegas dan lugas.

"Kita kan sudah sepakat bahwa kita akan melakukan tindakan tegas, lugas, tanpa pandang bulu untuk siapapun yang kita anggap, kita duga melakukan pelanggaran hukum pada tingkat apapun, jenis apapun. Maka silahkan kepolisian melanjutkan proses penyelidikan, penyidikan sampai tuntas," ujar Wiranto.

Wiranto meminta masyarakat untuk bersabar terkait siapa dalang kerusuhan 21-22 Mei lalu. Pasalnya proses penyidikan oleh pihak kepolisian masih berjalan. Proses itu tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun.

"Karena ini masih panjang, makanya tuntutan kepada saya untuk mengumumkan dalang kerusuhan terlalu prematur ya. Saya waktu itu berjanji untuk satu demi satu menyebut siapa berbuat apa aktor-aktornya. Jadi jangan sampai disalahtafsirkan bahwa langsung dalang kerusuhan dalam 1-2 hari bisa diungkapkan, tidak bisa. Masyarakat saya harap bersabar, biarkan proses hukum berjalan. Hormati proses hukum yang sedang berjalan sekarang sampai tuntas nanti. Enggak usah diintervensi," tutup Wiranto.



Sumber: Suara Pembaruan