Perolehan Suara Menurun

Max Sopacua Nilai Partai Demokrat Ditinggalkan Konstituen

Max Sopacua Nilai Partai Demokrat Ditinggalkan Konstituen
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / FER Kamis, 13 Juni 2019 | 19:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrat dinilai ditinggalkan pemilihnya pada Pemilu 2019. Akibatnya, suara Partai Demokrat menurun jika dibandingkan pada Pemilu 2014. Pada Pemilu 2019, Partai Demokrat meraih 10.876.507 suara atau 7,77 persen. Sementara pada Pemilu 2014, Partai Demokrat mendapatkan 12.728.913 suara atau 10,9 persen.

"Partai Demokrat ini ditinggalkan konstituennya. Apa yang terjadi? Mereka tidak happy (senang) dengan yang dilakukan Partai Demokrat selama ini. Ada hal-hal yang tidak membangkitkan simpati (masyarakat) memilih Partai Demokrat,” kata Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua, di Jakarta, Kamis (13/6).

Max bersyukur Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terjun langsung ketika Pemilu. Max menolak anggapan bahwa figur Ketua Umum (ketum) Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak lagi berpengaruh. "Dosa kalau kami salahkan Pak SBY. Pak SBY sudah lakukan mati-matian," tegas Max Sopacua.

Max mengajak seluruh kader Partai Demokrat agar menatap ke depan. Max tak menginginkan ada kader yang bertindak atas nama pribadi.

"Jangan sampai orang ini berpikir sendiri, atas nama pribadi, padahal Partai Demokrat ini seluruh Indonesia bukan satu, dua orang," ucap Max Sopacua.

Max mengungkap, nama-nama seperti Andi Arief, Ferdinand Hutahaean, dan Rachland Nashidik merupakan komunikator politik Partai Demokrat. Tugas komunikator sepatutnya menyampaikan pandangan dengan tepat.

"Tidak bicara atas nama pribadi. Seperti misalnya saya, awalnya waketum (wakil ketum) lalu jadi Majelis Tinggi, itu kepercayaan dan saya lakukan itu sesuai koridor AD/ART yang membatasi kerja saya. Tidak suka-suka saya. Tidak mentang-mentang saya dekat (dengan SBY)," tegas Max Sopacua.



Sumber: Suara Pembaruan