Jelang Sidang MK, TKN Nilai Kubu Prabowo-Sandi Tak Punya Data Akurat

Jelang Sidang MK, TKN Nilai Kubu Prabowo-Sandi Tak Punya Data Akurat
Tim Kampanye Nasional, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding (kanan). ( Foto: BeritaSatu Photo / Markus Junianto Sihaloho )
Carlos KY Paath / JAS Kamis, 13 Juni 2019 | 21:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) terhadap hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 dinilai tanpa data akurat. Meski begitu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widod-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) tak akan menyepelekannya.

“Kami anggap mereka itu sebenarnya tak punya data. Namun, kami tentu tidak boleh menyepelekan. Kami bekerja profesional dan serius untuk menghadapi gugatan itu,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Karding mengungkap, pihak Prabowo-Sandi beberapa kali terlihat inkonsisten. Misalnya terkait klaim kemenangan. Mulai dari 62 persen, 54 persen, dan yang tercantum dalam gugatan di MK sebesar 52 persen.

Menurut Karding, pasangan 02 tersebut seakan-akan memaksakan data yang diajukan, termasuk mempersoalkan jabatan Ma'ruf di dua bank syariah. Karding juga menampik tudingan bahwa Jokowi mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pilpres 2019.

“Faktanya, kami di birokrasi kalah. Saya tidak tahu logika apa yang dipakai, sehingga kami dikatakan memobilisasi aparat untuk itu,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Karding juga menyoroti keberatan pengamat asing, Tom Power yang pendapatnya ikut dikutip tim hukum Prabowo-Sandi. Karding menjelaskan, tulisan dari Tom tidak dimaksudkan untuk Pemilu. Menurut Karding, Tom juga tidak menyebutkan Jokowi sebagai sosok otoriter.

“Disebutkan ada indikasi, kecenderungan, dan itu tidak boleh disimpulkan dan lalu memvonis bahwa Jokowi menggunakan kekuasaan untuk pemenangan Pemilu,” tegas Karding. Untuk diketahui, artikel Tom merupakan penelitian dan analisis yang ditulis dan dipublikasikan di jurnal BIES 2018.

Karding menambahkan, kubu Prabowo-Sandi memang kurang menyiapkan data-data. “Saya menduga mereka malu, kemudian secara serampangan mengajukan data ke MK. Itu analisis saya terhadap kemampuan mereka menyiapkan data,” tegas Karding. 



Sumber: Suara Pembaruan