Sidang Gugatan Prabowo-Sandi Dilanjutkan Selasa Depan

Sidang Gugatan Prabowo-Sandi Dilanjutkan Selasa Depan
Ketua MK Anwar Usman memimpin persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / YUD Jumat, 14 Juni 2019 | 18:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman mengungkapkan bahwa sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi akan digelar pada Selasa (18/6/2019) mendatang. KPU menggeser jadwal sidang tersebut karena adanya perbaikan jawaban KPU sebagai termohon dan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pihak terkait.

MK memberikan waktu kepada KPU dan pihak terkait untuk memperbaik jawabannya menyusul ada perbaikan permohonan Prabowo-Sandi yang diakomodir oleh MK.

"Majelis sudah bermusyawarah, permohonan termohon dikabulkan sebagian. Artinya tidak hari Senin, tetapi hari Selasa, tadi kan yang diminta hari Rabu yang dikabulkan hari Selasa," ujar Anwar di Ruang Sidang Pleno, Lantai 2 MK, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Sebelumnya, KPU meminta agar diberikan waktu hingga Rabu (19/6/2019) mendatang untuk mempelajari perbaikan permohonan Prabowo-Sandi dan memperbaiki jawaban atas permohonan tersebut. Pasalnya, terdapat kendala-kendala teknis untuk menghadirkan KPU daerah ke Jakarta serta alat bukti-alat bukti.

Atas permintaan KPU tersebut, Anwar Usman melakukan skors sidang selama 10 menit untuk memutuskan apakah permintaan KPU diterima atau tidak. Berdasarkan hasil musyawarah sembilan hakim MK, diputuskan KPU dan pihak terkait diberi waktu hingga Selasa pagi.

"Permohonan itu disampaikan sebelum sidang (hari Selasa) yakni Pukul 09.00 WIB termasuk pihak terkait dan Bawaslu," kata Anwar.

Pada sidang Selasa mendatang, MK akan memberikan kesempatan kepada KPU, pihak Jokowi-Ma'ruf Amin dan Bawaslu untuk memberikan jawaban dan keterangan atas permohonan yang disampaikan Prabowo-Sandi. Selain itu, pada sidang mendatang akan diagendakan pengesahan alat bukti dari para pihak.



Sumber: BeritaSatu.com