Marzuki Alie Tolak Wacana KLB Partai Demokrat

Marzuki Alie Tolak Wacana KLB Partai Demokrat
Marzuki Alie. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / MPA Jumat, 14 Juni 2019 | 18:52 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie menolak wacana Kongres Luar Biasa (KLB) PD. Sebab, KLB dapat dilaksanakan salah satunya karena suatu hal terkait dengan ketua umum (ketum).

“KLB itu ada persyaratannya. KLB itu misalnya ketua umum melakukan apa. Tapi kalau ini kan tidak. Jangan serta merta KLB, apalagi yang diadu domba itu AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Ngapain KLB,” kata Marzuki kepada Beritasatu.com, Jumat (14/6).

Di sisi lain, terkait keberadaan PD di koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) pascapemilu, menurut Marzuki, harus dibicarakan dengan seluruh jajaran PD. Sebab, keputusan bergabungnya PD mendukung Prabowo-Sandi ditetapkan melalui rapat kerja nasional.

“Misal dulu waktu tentukan koalisi ke siapa, kan lewat rakernas. Lalu misal sekarang mau memtuskan keluar dari koalisi gabung ke pemerintah, ya ikuti saja mekanisme. Apakah melalui rakernas atau otoritas ketum saja. Dibaca saja aturannya,” ucap Marzuki.

Marzuki pun menyebut, “Kalau itu keputusan ketum saja, ya sudah, harus patuh. Tapi kalau tidak ya dibicarakan lewat rakernas. Keputusannya di rakernas juga mungkin bisa saja kongres dulu, baru nyatakan sikap.”

Marzuki menegaskan, keputusan strategis partai tak bisa diwakili segelintir politisi PD yang berbicara ke publik. “Jadi hal sangat strategis harus melibatkan semua fungsi. Karena ini menyangkut masa depan partai. Bukan satu atau dua orang bicara,” tegas mantan Ketua DPR ini.

Seperti diberitakan, sejumlah elite PD mendorong KLB dalam rangka pembenahan organisasi. KLB disampaikan Anggota Majelis Tinggi PD, Max Sopacua dalam Deklarasi Gerakan Moral Penyelamatan PD (GMPPD) di Jakarta, Kamis (13/6).

“Kalau ditanya masalah gerakan ini (GMPPD) berujung KLB, bisa saja. Untuk pembenahan organisasi, menghadirkan SDM (sumber daya manusia) yang baik. Perlu ada perubahan,” tegas Max. Menurut Max, SBY dapat menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada AHY melalui KLB.

“Kalau KLB, kita tidak susah. Pak SBY tinggal serahkan ke AHY. Ada AHY yang sudah dipasang di depan. Kalau KLB, AHY acuan mendasar bagi kita untuk menjadi pemimpin. Kami akan tunggu tanggapan Pak SBY. Kami tunggu direstui atau tidak,” ungkap Max.

Max menuturkan, GMPPD dibentuk akibat ketimpangan dalam PD. Beberapa elite PD tak lagi membahas mengenai upaya membesarkan partai, melainkan persoalan pasangan calon presiden dan wakil presiden 01 serta 02.

“Kami ingin selamatkan Partai Demokrat. Kalau Pemilu sekarang 7,7% dan berada di peringkat 7, kami ingin partai ini menanjak kembali. Karena pernah jadi partai penguasa dan Pak SBY jadi presiden dua periode,” ucap Max



Sumber: Suara Pembaruan