Survei SMRC: Demokrasi Sistem Pemerintahan Paling Sesuai di Indonesia

Survei SMRC: Demokrasi Sistem Pemerintahan Paling Sesuai di Indonesia
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: AFP )
Carlos KY Paath / YUD Minggu, 16 Juni 2019 | 16:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dinilai paling sesuai diterapkan di Indonesia. Demikian salah satu temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Publik yang mendukung pernyataan 'walaupun tidak sempurna, demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik untuk negara kita' mencapai 82 persen. Berikutnya, pernyataan 'dalam keadaan tertentu, sistem pemerintahan bukan demokrasi atau otoritarianisme bisa diterima untuk negara kita' hanya 3 persen.

Sementara pernyataan 'apapun sistem pemerintahan yang kita anut, demorkasi ataupun otoritarianisme, tidak ada bedanya' dipilih 5 persen. Sebanyak 9 persen menjawab tidak tahu/ tidak jawab. “Jadi 82 persen rakyat Indonesia masih menilai demokrasi sebagai pilihan,” kata Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas, Minggu (16/6/2019).

Hal itu disampaikan Sirojudin saat memaparkan hasil survei nasional bertajuk “Kondisi Demokrasi dan Ekonomi Politik Pasca-peristiwa 21-22 Mei 2019” di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (16/6).

“Dari tahun 2012, secara keseluruhan ada peningkatan komitmen dan prefrensi terhadap demokrasi. Misal di Juni 2012, hanya 56 persen yang memilih demokrasi. Saat ini adalah puncak tertingginya, 82 persen. Artinya preferensi publik, justru semakin menguat. Ini pertanda sangat menggembirakan,” ungkap Sirojudin.

Survei dilaksanakan pada 20 Mei-1 Juni 2019. Survei ini merupakan riset jangka panjang SMRC. Pembiayaan berasal dari SMRC. Populasi survei merupakan seluruh penduduk yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Dipilih secara acak 1220 responden di 34 provinsi. Responden yang diwawancara secara valid 1078 atau 88 persen dari total sampel. Margin of error 3,05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diwawancarai langsung tatap muka.

“Kami juga mengajukan pertanyaan kepada responden, ingin Indonesia jadi demokrasi atau diktator Tandai skor 1-10. Skor rata-ratanya 8,53. Sejalan dengan prefrensi 82 persen tadi. Mengindikasikan pemilih kita semakin komitmen,” ucap Sirojudin.



Sumber: Suara Pembaruan