Ketua PPK Cilincing Ditetapkan Tersangka Penggelembungan Suara

Ketua PPK Cilincing Ditetapkan Tersangka Penggelembungan Suara
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: AFP )
Yeremia Sukoyo / WBP Minggu, 16 Juni 2019 | 16:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Idi Amin ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelembungan suara Calon Anggota Legislatif pada Pemilu 2019.

Penetapan status tersangka dilakukan Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Utara setelah melakukan gelar perkara dugaan tindak pidana. Yang bersangkutan diduga lalai sehingga mengakibatkan hilang atau berubahnya berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Imam Rifai menyampaikan, pelaku diduga melanggar Pasal 505 UU No 7/2017 Tentang Pemilu Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. "Terjadi pada masa rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPK di Dapil (Daerah Pemilihan) 2 Cilincing dan Koja," kata Imam Rifai, di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Selain Ketua PPK Cilincing Idi Amin, Polres Jakarta Utara juga telah melayangkan surat pemberitahuan penetapan tersangka kepada empat orang lainya yakni KRA, H, IB dan MN.

Kasus itu bermula saat Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Utara Zulkarnaen melaporkan 27 dugaan pelanggaran pemilu ke Panwaslu Jakarta Utara. Laporannya berupa dugaan penggelembungan suara yang dilakukan salah satu caleg dan oknum petugas KPU Jakarta Utara. Penggelembungan suara dan dugaan pencurian data dilakukan saat rekapitulasi tingkat KPU kota yang diduga dilakukan secara sengaja lantaran disuruh seseorang yang diduga oknum caleg dan melibatkan oknum PPK.



Sumber: Suara Pembaruan