Indonesia Belum Sepenuhnya Bebas dari Kanker Orba

Indonesia Belum Sepenuhnya Bebas dari Kanker Orba
Aksi 22 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / YS Minggu, 16 Juni 2019 | 17:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kelompok-kelompok pendukung Orde Baru (Orba) dinilai perlu dipetakan. Sebab, ibarat penyakit kanker, para pendukung Orba telah metastasis atau menyebar ke setiap lini baik di calon presiden (capres) 01, Joko Widodo (Jokowi) maupun capres 02, Prabowo Subianto.

“Kita belum sepenuhnya bebas dari kanker Orde Baru. Karena kanker Orde Baru ini menurut saya sudah mencapai suatu paham dalam metastasis. Kalau begitu, kita harus tandai kelompok-kelompok pendukung Orde Baru, apa saja dan mana saja,” kata sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tamagola dalam rilis survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Kondisi Demokrasi dan Ekonomi Politik Pasca-peristiwa 21-22 Mei 2019” di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Menurut dia, pendukung Orba menghambat bergeraknya demokrasi secara penuh. Malah menimbulkan gejolak kekerasan di masyarakat.

Thamrin mengungkap, terdapat lima pilar Orba. Pertama, militer Angkatan Darat (AD). Purnawirawan militer AD ada di kubu 01 dan 02. Kedua kubu juga berusaha untuk mendekat dan berbaik-baikan dengan kelompok militer pensiunan jenderal Orba.

“Kalau 02 jelas, sementara 01 coba berbaik-baik. Kenapa? Karena Pak Jokowi selalu dituduh (terilbat) PKI. Para jenderal-jenderal pensiunan Orde Baru adanya di 01 dan 02, dan diduga turut berperan dalam peristiwa 21-22 Mei 2019, sehingga kanker Orde Baru benar-benar menyebar kemana-mana,” imbuh Thamrin.

Thamrin menuturkan, pilar kedua yaitu taipan-taipan kolega keluarga Cendana atau Presiden Kedua RI Soeharto.

“Taipan-taipan hitam yahng merupakan jaringan keluarga Cendana. Sekarang ini antara penisunan jenderal dengan taipan-taipan sudah tidak bisa dibedakan. Karena pensiunan jenderal itu pun pengusaha-pengusaha besar. Batubara, kelapa sawit, dan macam-macam,” tutur Thamrin.

Pilar ketiga ialah teknokrat Orba. Menurut Thamrin, para teknokrat tersebut memang sudah tiada. Namun, gagasannya masih terus dilaksanakan.

“Garis pembangunan Pak Jokowi sekarang, persis sama dengan Orde Baru. Pak Jokowi memang yakin untuk maju, ekonomi harus kuat, investasi harus banyak, ekspor harus kuat. Kebijakan ekonomi pro modal investasi dan ekspor terus berlanjut akan akibatkan protes dari rakyat,” tukas Thamrin.

Pillar keempat adalah Golkar. “Orang-orang Golkar sekarang sudah metastasis pindah ke tempat-tempat lain. Baik di kubu 01 dan 02. Siapa mendagri sekarang? Ketua KNPI dan juga pengurus Golkar. Menyusup ke semua partai. Karena kader-kader Golkar paling terlatih dalam politik dan mengurus partai politik,” ungkap Thamrin.

Sementara pilar kelima yaitu birokrasi. “Pilar yang kuat Orde Baru adalah birokrasi. Data dari Pak Moeldoko, ASN yang pilih 02 jauh lebih banyak daripada 01. Kenapa? Karena birokrasi yang sebenarnya Orde Baru. Kesempatan mark up, korupsi, dan lain-lain memang dipotong habis sama Pak Jokowi,” tukas Thamrin. 



Sumber: Suara Pembaruan