Sudutkan Kivlan, Iwan Diadukan ke Polisi

Sudutkan Kivlan, Iwan Diadukan ke Polisi
Kivlan Zen dan pengacaranya, Pitra Romadoni. ( Foto: Beritasatu TV )
Farouk Arnaz / AMA Senin, 17 Juni 2019 | 12:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengakuan tersangka makar Kurniawan alias Iwan yang dibeber oleh polisi bersama TNI dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (11/6/2019) lalu berbuntut panjang.

Saat itu Iwan mengatakan, dia ditangkap polisi pada tanggal 21 Mei terkait ujaran kebencian dan kepemilikan senjata api yang menurutnya ada kaitannya dengan Mayjen (Pur) Kivlan Zen.

Menurut pengacara Kivlan, Pitra Romadoni di Mabes Polri, pengakuan Iwan inilah yang akan dilaporkan polisi karena keterangan yang berbeda di berbagai media massa. Padahal, perkara ini masih dalam penyidikan di Polda Metro Jaya dan belum ada putusan dari pengadilan.

“Dengan keterangan dari tersangka ini, kami keberatan, karena keterangan ini bertolak belakang dengan fakta yang diketahui oleh klien kami (Kivlan) dan saksi kami. Sehingga ini bisa mencemarkan nama baik klien kami,” kata Pitra Romadoni Senin (17/6/2019).

Tindakan Iwan, menurutnya, melanggar Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Juga Pasal 317 KUHP tentang keterangan palsu.

“Kami juga melapor adanya ancaman pembunuhan terhadap Pak Kivlan. Barang bukti yang disiapkan pada hari ini berupa video, nanti ada screenshoot pemberitaan, dan barang bukti lainnya itu saksi. Tapi namanya saya rahasiakan untuk keselamatan dia karena dia mengetahui,” urai Pitra Romadoni.

Ada tiga orang saksi yang mereka persiapkan untuk membuktikan jika tuduhan terhadap Kivlan itu, yang juga telah dijadikan tersangka dan ditahan dalam kasus makar, adalah palsu.

“Nanti kita lihat, untuk keselamatan mereka saja, soalnya saksi ini nggak boleh diintervensi, nanti kita hadirkan di pengadilan saja, soalnya takut nanti ada intervensi,” tegasnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com