Soal Perlindungan Saksi, BPN Surati MK

Soal Perlindungan Saksi, BPN Surati MK
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade. ( Foto: Beritasatu TV )
Hotman Siregar / CAH Senin, 17 Juni 2019 | 14:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengaku sudah mengirimkan surat ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar bisa memberikan restu kepada LPSK dalam melindungi saksi-saksi yang diajukan.

"Kami juga beharap kepada MK, agar memberikan ruang bagi kami untuk menghadirkan jumlah saksi yang sebanyak-banyaknya," ujar Andre di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Senin (17/6/2019).

Wakil Sekjen Gerindra itu juga menyebut telah mempersiapkan 30 orang saksi dalam sidang gugatan Pilpres di MK.

"Kenapa jumlahnya banyak, karena dugaan yang kami sampaikan ini dugaan TSM, dugaan abuse of power, tentu membutuhkan saksi yang banyak. Tidak mungkin kami bisa membuktikan dugaan TSM kalau hanya saksi ahlinya dua," katanya.

Dia berharap MK juga memberikan terobosan hukum terhadap dua hal yakni pertama, bagaimana LPSK dilibatkan bisa membantu perlundungan saksi BPN. Kedua, ada terobosan juga bagaimana jumlah saksi yang dihadirkan bisa datang sebanyak-banyaknya.

Saksi itu, kata Andre, sudah dikumpulkan di Jakarta, di berbagai lokasi, dan lokasi itu bocor.

"Ini informasi dari tim hukum ya, yang kami dapatkan. Sehingga muncullah kekhawatiran dan ketakutan dari saksi," tuturnya.

Menurutnya, saksi itu meminta kepada tim hukum apa jaminan dan keselamatan jika bersaksi baik sebelum sesaat atau sesudah melakukan kesaksian.

"Untuk itu hari sabtu sore tim lawyer kami melakukan konsultasi dengan LPSK. Dalam konsultasi itu LPSK menerangkan bahwa mereka punya kesulitan adanya keterbatasan wewenang dimana dibatasi oleh UU," katanya.

Untuk itu, sambung Andre, LPSK memberikan saran dan masukan kepada pihak BPN. Sehingga pada hari ini tim kuasa hukum mengirimkan surat ke MK, agar MK merekomendasikan kepada LPSK untuk melindungi saksi.

"Sehingga ada surat dari MK ke LPSK, LPSK bisa bergerak untuk melindungi saksi kami," katanya



Sumber: Suara Pembaruan