Sidang Lanjutan MK, Bawaslu Serahkan 252 Lembar Keterangan

Sidang Lanjutan MK, Bawaslu Serahkan 252 Lembar Keterangan
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan saat menyerahkan berkas terkait sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHP) Pemilihan Presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Rabu (12/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / JAS Selasa, 18 Juni 2019 | 10:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan, mengatakan pihaknya memperbaharui keterangan untuk perkara perselisihan hasil pemilu (PHPU) pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Secara keseluruhan ada 252 lembar keterangan tertulis yang diserahkan Bawaslu.

"Tambahan (keterangan) Bawaslu ada 100 lembar. Semula keterangan kami 152 lembar," ujar Abhan kepada wartawan di Gedung Bawaslu, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).

Abhan menjelaskan tambahan tersebut diakibatkan karena adanya perubahan permohonan yang diajukan oleh Prabowo-Sandiaga Uno sebagai pemohon. Tambahan tersebut terkait adanya penambahan keterangan dan petitum.

Tambahan keterangan Bawaslu ini pun menyesuaikan kewajiban Bawalsu sebagai pihak pemberi keterangan. "Tentu (bagian kami) menjawab apa yang menjadi kewajiban dari Bawaslu sesuai porsinya kami," pungkas dia.

KPU juga sudah menyerahkan jawaban tertulis dan alat bukti untuk perkara sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) pilpres 2019 yang diajukan oleh Prabowo-Sandiaga Uno Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (18/6/2019) pagi. Jawaban tertulis KPU sebanyak 300 lembar dan alat bukti sebanyak 6.000 dokumen.

"Kami sampaikan jawaban sebanyak 300 halaman jawaban tertulis dan 6.000 dokumen alat bukti," ujar Komisioner KPU Hasyim Asy'ari kepada wartawan di Gedung MK, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

Hasyim mengatakan mayoritas alat bukti yang diserahkan berupa surat yang diperoleh selama tahapan pilpres yang telah diselenggarakan oleh KPU. Jawaban tertulis dan alat bukti yang diserahkan hari ini merupakan hasil perbaikan sebagaimana yang diperintahkan oleh Majelis Hakim MK dalam sidang perdana pada Jumat (14/6) lalu.

Hasyim menegaskan, semua yang dituduhkan oleh pihak Prabowo-Sandiaga Uno akan dijawab oleh pihaknya hari ini.

''Tapi tentu saja yang dijawab yang relevan-relevan saja dengan urusannya KPU, yaitu soal penyelenggaraan pemilu, kemudian data pemilih, status Ma'ruf Amin. KPU bekerja berdasarkan data, jadi argumentasi yang dibangun KPU berdasarkan data dan alat bukti yang kami miliki," jelasnya.

Adapun jawaban tertulis KPU ini akan dibacakan dalam sidang lanjutan PHPU pilpres pada Selasa pagi. Sidang yang dimulai pukul 09.00 WIB ini mengagendakan pembacaan jawaban KPU sebagai termohon sekaligus memberikan kesempatan kepada Bawaslu dan tim kuasa hukum TKN Jokowi-Ma'ruf Amin untuk membacakan keterangan mereka.



Sumber: BeritaSatu.com