Kivlan Zen Sebut Dirinya Difitnah

Kivlan Zen Sebut Dirinya Difitnah
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (tengah) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/ )
Bayu Marhaenjati / WBP Rabu, 19 Juni 2019 | 10:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Tersangka Kivlan Zen mengaku difitnah terkait kasus dugaan makar dan kepemilikan senjata api yang menjeratnya bersama beberapa tersangka lainnya. Hal itu dikatakan Kivlan seusai menjalani pemeriksaan konfrontasi soal aliran dana dari tersangka Habil Marati, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/6/2019) dini hari.

"Ya saya difitnah, saya difitnah," ujar Kivlan Zen yang merupakan mantan Kepala Staf Kostrad, sambil masuk ke dalam mobil, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Menyoal hasil pemeriksaan konfrontasi, Kivlan enggan berkomentar banyak. Menurutnya, tidak ada kejanggalan. "Nggak ada janggal," kata Kivlan Zen.

Sebelumnya dikabarkan penyidik menggelar pemeriksaan konfrontasi antara tersangka Habil Marati, dengan Kivlan Zen, Helmi Kurniawan alias Iwan dan beberapa saksi lainnya, terkait aliran dana yang diduga dipakai untuk pembelian senjata api ilegal, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/6/2019).

Diketahui Habil Marati disebut sebagai donatur para eksekutor yang berencana membunuh empat pejabat yakni, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, ditambah satu direksi Charta Politika, Yunanto Wijaya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, Kivlan diduga mendapat pasokan dana sebesar 15.000 dolar Singapura atau setara Rp 150 juta dari tersangka Habil Marati‎ yang juga politikus PPP. Habil kemudian, ditangkap di kediamannya di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Uang yang diterima KZ berasal dari HM. Tujuan untuk pembelian senjata api, juga memberikan uang Rp 60 juta rupiah langsung kepada HK (tersangka Helmi Kurniawan alias Iwan selaku eksekutor) untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api," kata Ade Ary.

Sementara penyidik menetapkan Kivlan Zen sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Rabu (29/5/2019) sore. Polisi menangkap Kivlan begitu selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar, di Bareskrim Mabes Polri. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Polda Metro Jaya.

Kivlan ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Kasus ini disebut juga terkait dengan penangkapan enam orang berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka tentang kepemilikan senjata api ilegal, diduga terkait kerusuhan 21-22 Mei dan rencana pembunuhan beberapa tokoh.



Sumber: BeritaSatu.com