Kuasa Hukum Prabowo: Bukti Ada, Tapi Belum Dijilid

Kuasa Hukum Prabowo: Bukti Ada, Tapi Belum Dijilid
Tengku Nasrullah ( Foto: Antara/Wahyu Putro A )
Yeremia Sukoyo / WBP Rabu, 19 Juni 2019 | 13:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Saksi fakta pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, Agus Maksum telah membeberkan adanya dugaan kecurangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Mulai kejanggalan daftar pemilih tetap (DPT) berkode khusus sebanyak 17,5 juta, ratusan ribu Kartu Keluarga (KK) manipulatif, hingga 1 juta KTP palsu.

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Enny Nurbaningsih pun meminta agar kuasa hukum menghadirkan bukti dokumen tidak wajar yang teregister dalam P155. Permintaan tersebut disampaikan lantaran setelah dicari-cari, bukti dokumen P155 tidak ditemukan.

Mengomentari kondisi ini, Anggota Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah menjelaskan, alat bukti dimaksud (P155) sebenarnya sudah didaftarkan. Namun lantaran kesibukan kuasa hukum, bukti tersebut tidak dibawa dan ada yang belum dijilid.

"Alat bukti yang kami akan munculkan sebetulnya sudah kami daftarkan di sini. Tadi kami ga bawa ke atas karena semua datang pagi segala macam. Belum lagi bukti kami yang belum dijilid. Tapi bukti itu ada," kata Teuku Nasrullah, di Gedung MK Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Sebelumnya, hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Enny Nurbaningsih meminta agar kuasa hukum menghadirkan bukti dokumen tidak wajar yang teregister dalam P155. Permintaan tersebut disampaikan lataran setelah dicari-cari, bukti dokumen P155 tidak ditemukan. "Ini buktinya P155. tolong hadirkan buat dikonfrontir dengan bukti KPU. Saya cari bukti P155 itu tidak ada," kata Enny di dalam persidangan.

Menanggapi permintaan ini, pihak kuasa hukum 02 berkelit agar diberi waktu lantaran PIC yang mengurusi dokumen tersebut sedang mengurus dokumen verifikasi.

"Mohon diberi waktu karena PIC Dorel Amir Zulfadli lagi ngurus dokumen-dokumen verifikasi," kata salah satu kuasa hukum pasangan nomor urut 02 di persidangan.



Sumber: Suara Pembaruan