Sidang Sengketa Pilpres, Yusril: Saksi Prabowo-Sandi Tidak Ada Gunanya

Sidang Sengketa Pilpres, Yusril: Saksi Prabowo-Sandi Tidak Ada Gunanya
Ketua tim hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra hadir pada sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (18/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / JAS Rabu, 19 Juni 2019 | 14:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Kuasa Hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf), Yusril Ihza Mahendra, menilai saksi Prabowo-Sandi Agus Muhamad Maksum tidak ada gunanya hadir di persidangan sengketa perselisihan hasil pemili (PHPU) Pilpres di Ruang Sidang MK, Lantai 2, Gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Pasalnya, Agus Maksum tidak menerangkan korelasi antara dugaan DPT invalid sebanyak 17,5 juta dengan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi.

"Jadi, tidak ada gunanya (saksi Agus Maksum)," ujar Yusril usai mendengarkan keterangan Agus Maksum.

Yusril menilai apa yang disampaikan Agus Maksum tidak menerangkan apa-apa. Menurut dia, Agus Maksum tidak bisa menjelaskan 17,5 juta DPT invalid yang menggunakan hak pilih pada saat pemungutan suara.

"Tadi dia mengatakan 17 juta DPT tidak jelas, apakah 17 juta itu memiliki hak pilihnya atau tidak, ternyata dia (Agus Maksum) itu tidak tahu. Jadi yang paling penting dalam persidangan ini adalah kalau terjadi manipulasi, itu harus dilihat korelasinya dengan kemenangan Pak Jokowi dan kekalahan Pak Prabowo," jelas dia.

Apalagi, kata Yusril, saksi Prabowo terkesan seperti ahli dalam menjawab pertanyaan majelis hakim dan para pihak. Padahal, kata dia, saksi tersebut tersebut harus mengungkapkan apa yang diketahuinya, dialaminya, didengarnya, dan dilihatnya.

"Saksi tidak boleh menganalisis dan tidak boleh menilai, bahwa ini manipulasi, ini KTP palsu. Saksi boleh hanya menerangkan apa yang dia lihat, mengungkapkan apa yang dia saksikan," tutur dia.

Lebih lanjut, Yusril mengatakan pihaknya tidak akan membantah apa yang disaksikan Prabowo-Sandi atas nama Agus Maksum. Menurut dia, KPU sudah menjelaskan terkait 17,5 juta DPT invalid.

"Kita sudah dijelaskan bahwa yang membantah itu adalah KPU, langsung memutuskan angka-angka pemilih itu, itu kan sudah disepakati oleh pasangan calon, dan itu sudah disepakati parpol peserta pemilu. Jadi kalau timnya tidak puas itu urusan lain. Angkat DCT itu sudah disepakati pasangan calon," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com